TERASJABAR.ID – Bullying atau perundungan adalah tindakan menyakiti, merendahkan, mengejek, mengucilkan, atau mengintimidasi seseorang secara berulang.
Pada anak, bullying bisa terjadi di sekolah, lingkungan bermain, maupun media sosial.
Masalah ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi rasa percaya diri, prestasi belajar, dan kondisi mental anak.
Sayangnya, tidak semua anak berani bercerita ketika mengalami bullying.
Karena itu, orang tua perlu mengenali ciri-ciri anak di-bully sejak dini.
Baca Juga: DATANG LANGSUNG! Footstep Footwear Bandung Gelar Loker Buat Tamatan SMK
Anak Menjadi Murung dan Mudah Cemas
Salah satu tanda anak yang sedang di-bully adalah perubahan suasana hati.
Anak yang biasanya ceria bisa tiba-tiba menjadi suram, sepi, gampang menangis, atau menunjukkan kecemasan.
Ia mungkin terlihat ketakutan saat hendak pergi ke sekolah atau menjadi resah ketika membicarakan teman-temannya.
Tidak Mau Pergi ke Sekolah
Anak yang menjadi korban bullying sering kali berusaha menjauhi tempat di mana perundungan terjadi.
Salah satu indikasinya adalah anak tiba-tiba malas untuk pergi ke sekolah, sering mengeluh sakit perut atau kepala sebelum berangkat, atau mencari alasan agar tetap bisa tinggal di rumah.
Barang Sering Hilang atau Rusak
Tanda lain dari anak yang di-bully adalah barang-barangnya sering hilang, rusak, atau pulang dengan kondisi yang tidak semestinya.
Misalnya, buku yang sobek, alat tulis yang hilang, seragam yang kotor, tas yang rusak, atau uang jajan yang cepat habis tanpa alasan yang jelas.
Anak mungkin merasa takut untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya karena khawatir akan dimarahi atau mendapatkan ancaman dari pelaku.***
















