TERASJABAR.ID – Kepala Sekolah Pesantren Persatuan Islam (PPI) 383 Gandok, Arif Ripandi, menyayangkan pemadaman listrik mendadak yang menghantam tiga sekolah di wilayahnya. Tanpa pemberitahuan awal, pemadaman terjadi tepat di saat madrasah tengah bersiap menggelar rangkaian acara akhir tahun.
“Prihatin dan menyayangkan kepada pihak PLN. Seharusnya melalui media sosial menyampaikan jadwal pemadaman dan jangan seenaknya main padam. Mestinya umumkan jauh-jauh hari,” ujar Arif Ripandi, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, perawatan jaringan listrik memang penting. Namun penjadwalan menjadi kunci agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan. Saat ini akhir bulan menjadi masa puncak kegiatan di sekolah dan madrasah. Kegiatan harlah, akhirul hasanah, tasyakur tahunan, pagelaran, hingga giat perpisahan yang semuanya membutuhkan aliran listrik untuk sound system, multimedia, dan penerangan.
“Harusnya dijadwalkan jauh hari. Sehingga sekolah bisa menyesuaikan mulai dari jam berapa sampai jam berapa dan harinya kapan. Tentu sekolah akan menyesuaikan meskipun pemadaman secara bergilir. Di wilayah kami ini ada tiga sekolah yakni Cibunigeulis, Bungursari, dan Sukalaksana,” jelasnya.
Arif menghargai upaya PLN dalam merawat jaringan. Namun timing pemadaman yang terjadi saat anak sedang melakukan persiapan perpisahan dan acara tahunan dinilai tidak tepat.
“Ini akhir tahunan. Kami menghargai proses perawatan dari sisi jaringan, tentu saja harus kita lihat timingnya. Karena akhir bulan ini sedang banyak harlah, akhirul hasanah, tasyakur tahunan, ada acara pagelaran,” tandasnya.
“Karena itu saya minta kepada pihak PLN untuk meninjau ulang perawatan dimaksud dan jadwal untuk listrik. Mesti sudah ada jadwalnya, kira bisa tidak untuk dilakukan geser untuk anak kami di madrasah. Sekolah sedang melakukan perpisahan, giat perpisahan tahunan, dan kasih. Nah hari ini ada pemutusan dan saya tidak tahu ketika di hari pelaksanaan bagaimana jadinya,” ungkapnya.
Situasi menjadi lebih krusial karena salah satu acara yang terdampak juga dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Agenda peresmian Taman Al Quran dan workshop multimedia memerlukan pasokan listrik yang stabil agar dapat berjalan lancar.
“Saya minta koreksi ulang mengenai pemadaman kepada pihak PLN agar sekolah, madrasah yang sedang melakukan penyelenggaraan akhir tahun itu bisa berlangsung secara khidmat. Karena kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, meresmikan Taman Al Quran dan workshop multimedia. Mudah mudahan mulai hari besok ditinjau ulang,” tegas Arif.
Ia berharap PLN lebih terbuka dalam menyampaikan informasi pemadaman melalui media sosial dan kanal resmi. Dunia pendidikan membutuhkan kepastian agar proses belajar mengajar dan kegiatan akhir tahun tidak terganggu.
“Listrik itu bukan sekadar infrastruktur, tapi penunjang utama seluruh proses pendidikan. Kalau jadwal pemadaman bisa disampaikan lebih awal, maka sekolah akan siap menyesuaikan,” katanya.(*)















