TERASJABAR.ID – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Tasikmalaya bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Priangan Timur meluncurkan gebrakan baru untuk mengangkat ekonomi peternak lokal. Program itu bernama BEREHAN atau Berbagi Hewan Kurban.
Program ini bukan sekadar gerakan sosial menjelang Idul Adha, tetapi strategi panjang memperluas akses keuangan dan menanamkan budaya perencanaan keuangan masyarakat melalui skema tabungan kurban.
“Program BEREHAN menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan sekaligus mendorong budaya perencanaan keuangan masyarakat melalui skema tabungan kurban,” ujar Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati Selasa(2/6/2026).
Menurut Nofa, BEREHAN merupakan inisiasi TPAKD Provinsi Jawa Barat yang menyasar Aparatur Sipil Negara atau ASN. Tujuannya sederhana tapi penting, mendorong ASN mempersiapkan pembelian hewan kurban secara lebih terencana.
“Bukan lagi belanja dadakan sebulan sebelum Idul Adha, tetapi menyisihkan uang secara bertahap melalui skema tabungan yang disediakan salah satu bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Nofa.
Langkah ini diharapkan mengubah kebiasaan keuangan ASN. Menabung untuk kurban menjadi bukti bahwa perencanaan keuangan bisa dimulai dari kebutuhan ibadah. Ketika ASN terbiasa menabung terencana, maka budaya keuangan sehat akan menular ke keluarga dan lingkungan kerja.
Keunggulan BEREHAN tidak berhenti pada ASN. Program ini sengaja melibatkan peternak milenial lokal sebagai penyedia hewan kurban. Dengan begitu, uang tabungan ASN tidak mengalir ke pedagang luar daerah, melainkan berputar di ekonomi Priangan Timur.
“Selain mendorong budaya menabung dan perencanaan keuangan, program tersebut juga melibatkan peternak milenial lokal sebagai penyedia hewan kurban sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi sektor peternakan daerah serta memperluas akses pasar bagi peternak lokal,” jelas Nofa.
Untuk memastikan ASN paham dan mau ikut, OJK Tasikmalaya menggelar sosialisasi bertahap mencakup tujuh kabupaten kota wilayah kerja OJK Tasikmalaya, yaitu Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, dan Kabupaten Sumedang.
Sosialisasi diikuti sekitar 450 perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD dari seluruh Priangan Timur. Targetnya jelas, setiap pemerintah kabupaten kota membuka 70 rekening Tabungan BEREHAN. Angka ini diharapkan menjadi pondasi awal agar program berjalan masif dan berkelanjutan.
Rangkaian sosialisasi menghadirkan narasumber kompeten. Ada perwakilan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat yang menjelaskan arah kebijakan ekonomi daerah. Ada pihak perbankan penyedia produk tabungan kurban yang memaparkan mekanisme menabung dan keuntungan bagi nasabah.
Kemudian ada peternak milenial yang berbagi pengalaman nyata mengelola usaha peternakan dan membaca potensi ekonomi sektor peternakan lokal. Pertemuan tiga unsur ini menciptakan pemahaman utuh bahwa BEREHAN adalah sinergi, bukan program tambal sulam.
Nofa menegaskan, BEREHAN adalah bentuk nyata kolaborasi pemerintah daerah, sektor jasa keuangan, dan pelaku usaha. Tujuannya mengembangkan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Program BEREHAN tidak hanya membantu masyarakat, khususnya ASN, dalam mempersiapkan kebutuhan ibadah kurban secara lebih terencana dan bertahap, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi peternak lokal. Kami berharap program ini dapat memperluas akses pasar bagi peternak lokal serta memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang saling menguntungkan,” ujar Nofa.
OJK Tasikmalaya berharap BEREHAN menjadi mesin pemberdayaan peternak lokal melalui penciptaan pasar yang lebih terencana dan berkelanjutan. Keterlibatan peternak dalam skema ini memberi kepastian permintaan. Kepastian permintaan akan mendorong peternak meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas ternak, dan akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan.
Dampaknya akan merembet ke perekonomian daerah. Ketika peternak lokal berdaya, lapangan kerja terbuka, peredaran uang meningkat, dan ketergantungan pada pasokan luar berkurang. Inklusi keuangan masyarakat Priangan Timur pun ikut menguat karena lebih banyak warga tersentuh produk jasa keuangan formal melalui tabungan kurban.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha peternakan, BEREHAN diharapkan memperkuat pengembangan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, dan memperluas inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan.
“OJK Tasikmalaya kini tinggal memastikan program ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar berjalan di kandang kandang peternak dan rekening ASN Priangan Timur,” tutup Nofa.(*)
















