TERASJABAR.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga mampu mendorong transformasi dari penerima zakat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzaki).
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku usaha disabilitas binaan BAZNAS kini telah menunjukkan kemandirian yang signifikan, bahkan tidak sedikit yang telah bertransformasi menjadi muzaki.
Hal tersebut disampaikan Sodik saat menerima kunjungan audiensi dari Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) serta berbagai komunitas difabel di Jakarta, baru-baru ini.
Sodik menjelaskan, kolaborasi pemberdayaan yang dilakukan selama ini telah berhasil mengubah paradigma masyarakat disabilitas dari sekadar penerima bantuan menjadi pemberi manfaat.
Menurutnya, pendampingan yang konsisten telah mendorong kemandirian ekonomi di kalangan difabel, sehingga mereka kini mampu berkontribusi kembali melalui zakat, infak, maupun sedekah.
“Hari ini kita berbahagia karena yang datang adalah saudara-saudara dari kaum difabel dan disabilitas, seperti tunarungu, tunanetra, dan lainnya. Ada beberapa hal yang menggembirakan, pertama mereka memiliki pola pikir baru untuk tidak hanya menerima tetapi juga memberi. Kedua, beberapa pengusaha disabilitas binaan BAZNAS kini sudah mulai membayar zakatnya,” jelas Sodik usai acara.
Ia mengapresiasi semangat kemandirian para penyandang disabilitas yang tetap produktif melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi. Bantuan BAZNAS terbukti telah mendorong lahirnya berbagai usaha mandiri di berbagai sektor, mulai dari kuliner melalui ZChicken, jasa menjahit, jasa potong rambut, hingga perajin kaki palsu.
Guna memperkuat capaian tersebut, BAZNAS RI menyiapkan rencana strategis untuk memperluas jangkauan pelatihan teknis dan dukungan infrastruktur. Program ini mencakup penyediaan peralatan produksi teknis serta perluasan akses pasar bagi para perajin kaki prostetik.

















