TERASJABAR.ID – Serangan pesawat nirawak memicu kebakaran di area pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Uni Emirat Arab (UEA), Minggu, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan terkait konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah UEA menyatakan tengah menyelidiki sumber serangan tersebut dan menegaskan memiliki hak untuk merespons tindakan yang disebut sebagai “serangan teroris”.
Kementerian Pertahanan UEA menyebut satu drone menghantam generator listrik di luar perimeter utama fasilitas nuklir, sementara dua drone lainnya berhasil dicegat.
Otoritas memastikan tidak ada korban jiwa maupun kebocoran radioaktif akibat insiden tersebut. Regulator nuklir UEA juga menegaskan kondisi fasilitas tetap aman.
Arab Saudi turut melaporkan keberhasilan mencegat tiga drone yang memasuki wilayah udaranya melalui Irak.
Riyadh menegaskan siap mengambil langkah operasional guna melindungi keamanan dan kedaulatan negaranya.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyampaikan bahwa generator darurat masih mampu menjaga pasokan listrik di salah satu unit pembangkit.
IAEA juga meminta semua pihak menahan diri dari aktivitas militer di sekitar fasilitas nuklir demi menjaga keselamatan internasional.
Ketegangan regional kembali meningkat meski gencatan senjata antara Iran dan Israel telah berlangsung sejak April lalu. Drone dilaporkan beberapa kali diluncurkan dari Irak menuju negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Kuwait.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Melalui Truth Social, ia mendesak Teheran segera mengambil langkah diplomatik sebelum situasi memburuk. Trump juga dikabarkan akan menggelar rapat keamanan nasional guna membahas opsi kebijakan terhadap Iran.
Di sisi lain, Iran memperingatkan bahwa setiap ancaman militer baru dari AS akan memicu respons agresif.
Konflik berkepanjangan tersebut juga berdampak pada jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz yang menjadi rute penting distribusi minyak dunia.-***














