TERASJABAR.ID – Uni Emirat Arab (UEA) menuding Iran atau kelompok proksinya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran yang terjadi di dekat fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah.
Pemerintah UEA menyebut insiden tersebut sebagai bentuk “eskalasi berbahaya” di tengah situasi kawasan yang masih tegang.
Kebakaran dilaporkan terjadi di area luar kompleks pembangkit nuklir Barakah.
Otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa maupun kebocoran radiasi akibat insiden itu.
Regulator nuklir UEA juga menegaskan bahwa kondisi tetap aman dan tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat sekitar.
Peristiwa tersebut muncul saat situasi Timur Tengah masih diliputi ketegangan meski gencatan senjata perang Iran telah memasuki pekan keenam.
Upaya perundingan damai disebut mengalami kebuntuan, sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyuarakan ketidaksabarannya terhadap perkembangan negosiasi tersebut.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan drone yang menyerang wilayah Barakah merupakan satu dari tiga pesawat nirawak yang memasuki wilayah negara itu dari arah perbatasan barat.
Drone tersebut dilaporkan menghantam generator listrik di luar perimeter utama fasilitas nuklir.
Pemerintah UEA menyebut investigasi masih berlangsung untuk memastikan asal serangan tersebut.
Namun penasihat presiden UEA, Anwar Gargash, menegaskan keyakinannya bahwa Iran atau kelompok sekutunya berada di balik insiden tersebut.
Ia menyebut serangan terhadap fasilitas nuklir sipil sebagai tindakan serius yang melanggar hukum internasional dan membahayakan keselamatan warga sipil.
Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa aktivitas militer yang dapat mengancam keselamatan fasilitas nuklir tidak dapat dibenarkan.-***
















