TERASJABAR.ID – Kortisol dikenal sebagai “hormon stres” karena diproduksi tubuh saat kamu mengalami tekanan, baik fisik maupun emosional.
Dalam jumlah normal, kortisol membantu mengatur metabolisme, tekanan darah, hingga respons imun.
Namun, jika kadarnya terlalu tinggi dalam jangka waktu lama, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Berikut tiga tanda kortisol tinggi yang penting untuk kamu kenali.
Baca Juga: Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK
Mudah Lelah dan Sulit Tidur
Salah satu indikator paling sering dari peningkatan kortisol adalah masalah tidur.
Kamu mungkin mendapati bahwa sulit untuk terlelap di malam hari atau kerap terbangun tanpa alasan yang jelas.
Akibatnya, tubuhmu kekurangan istirahat yang memadai, sehingga kamu menjadi cepat lelah sepanjang hari.
Berat Badan Meningkat, Terutama di Bagian Perut
Tingginya kadar kortisol bisa merangsang nafsu makan dan menyebabkan pengumpulan lemak, khususnya di area perut.
Bahkan, meskipun pola makan tidak banyak berubah, berat badan bisa meningkat secara bertahap.
Lemak di perut ini juga berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya seperti diabetes serta penyakit jantung.
Baca Juga: Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK
Mudah Cemas dan Perubahan Mood
Kadar kortisol yang tidak konsisten dapat memberikan dampak negatif pada kondisi mental.
Kamu mungkin merasakan tingkat kecemasan yang lebih tinggi, merasa gelisah, atau bahkan mengalami perubahan mood yang signifikan.***

















