TERASJABAR.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menyampaikan capaian penurunan stunting di Kabupaten Garut pecahkan Rekor, “Kegiatan berlangsung di Aula Farmasi Lantai 2 UPT Labkesda Kabupaten Garut, Rabu(6/5/2026)
Berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Garut berada di angka 14,2%. “Angka ini sebetulnya merupakan target yang memang harusnya di tahun 2029, namun alhamdulillah di tahun 2024 sudah tercapai.
Bahkan berdasarkan data pelaporan dari bidan, posisi stunting di tahun 2025 berada di posisi 12,4%. Mudah-mudahan nanti tambah turun lagi di tahun 2026 ini,” ujar dr. Leli.
Kadinkes Garut menjelaskan, penanganan stunting dilakukan melalui intervensi spesifik yang menyasar setiap siklus hidup, meliputi Pemberian tablet tambah darah rutin seminggu sekali bagi remaja putri untuk mencegah anemia.
Kemudian, Pemeriksaan kehamilan rutin atau Antenatal Care(ANC) serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil, lalu Pemenuhan imunisasi dasar lengkap dan pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita dan Menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan ketersediaan sumber air bersih yang bebas dari bakteri.
“Jadi setiap siklus hidup betul-betul kita perhatikan untuk pencegahan stunting ini. Jika ditemukan balita terdampak stunting, segera bawa ke Posyandu dan laporkan ke Puskesmas agar mendapat penanganan kolaboratif dari berbagai dinas terkait,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur 1 Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Asep Kuswandi, mengatakan pemaparan hasil Analisis Situasi ini bertujuan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki basis data yang sama, akuntabel, dan berintegritas sebelum melakukan aksi di lapangan.
Asep mengidentifikasi dua tantangan utama stunting, yaitu faktor internal yang berasal dari keluarga dan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan. Karena itu, advokasi dilakukan kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak usia sekolah, tenaga kesehatan, hingga orang tua.
“Kami berharap adanya kolaborasi dari seluruh multi sektor dan komitmen bersama untuk mengatasi penurunan stunting di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut,” kata Asep.(KRIS)














