terasjabar.id
Jumat, 19 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

AETHIC OF RESPONSIBILITY

Herman by Herman
2 Mei 2026 14:52
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
AETHIC OF RESPONSIBILITY

( Politik: Idealisme vs Pragmatisme )

Oleh : Subchan Daragana
Warga kota Bandung/ Magister Komunikasi UBakrie

Di banyak ruang publik hari ini, kita menyaksikan ironi yang berulang: pemimpin hadir dengan idealisme tinggi, tetapi gagal mengeksekusi; atau sebaliknya, piawai secara pragmatis, tetapi kehilangan arah nilai. Di tengah tarik-menarik ini, yang sering menjadi korban bukanlah elite politik, melainkan masyarakat yang terdampak langsung oleh kebijakan yang tidak konsisten, komunikasi yang membingungkan, dan arah pembangunan yang tak ada gambar besarnya. Politik kehilangan kejelasan, dan publik kehilangan kepercayaan.

Dalam perspektif Ilmu Politik, problem ini bukan hal baru. Ketegangan antara idealisme dan pragmatisme telah lama menjadi perdebatan klasik, sejak Plato yang menekankan politik sebagai jalan menuju kebaikan bersama, hingga Niccolò Machiavelli yang melihat politik sebagai seni mengelola kekuasaan dalam realitas yang keras. Namun, kegagalan banyak pemimpin hari ini bukan karena memilih salah satu, melainkan karena tidak mampu mengelola irisan di antara keduanya.

Masalah pertama yang sering muncul adalah ketidakjelasan visi. Banyak pemimpin berbicara tentang konsep, tetapi tidak memiliki arah yang konkret. Idealisme hadir sebagai slogan, bukan sebagai kompas. Tanpa visi yang jelas, pragmatisme berubah menjadi reaksi jangka pendek, kebijakan dibuat untuk merespons tekanan, bukan untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan masalah. Dalam kondisi ini, publik melihat disorientasi dan kepercayaan mulai terkikis.

Masalah kedua adalah kekakuan komunikasi. Pemimpin yang terlalu idealis sering terjebak dalam bahasa normatif yang jauh dari realitas masyarakat. Sebaliknya, yang terlalu pragmatis cenderung komunikatif, tetapi dangkal, tidak menawarkan makna yang kuat terlebih visi dalam gambar yang dapat dilihat. Akibatnya, pesan politik kehilangan daya hidup. Masyarakat tidak hanya butuh informasi, tetapi juga arah, makna ,dan gambaran yang nyata dan jelas

Masalah ketiga adalah ketidakjelasan nilai inti. Banyak pemimpin bersedia berkompromi, tetapi tidak tahu batasnya. Dalam situasi ini, pragmatisme berubah menjadi oportunisme. Ketika semua bisa dinegosiasikan, maka tidak ada lagi yang benar-benar diperjuangkan. Di sinilah krisis moral politik muncul, bukan karena kurang strategi, tetapi karena kehilangan prinsip.

Masalah keempat adalah ketidakmampuan mengelola strategi secara luwes. Idealisme yang tidak diterjemahkan ke dalam strategi akan menjadi kaku. Sementara pragmatisme tanpa arah akan menjadi liar. Banyak pemimpin gagal membaca momentum, gagal membangun aliansi, atau gagal mengeksekusi gagasan karena tidak memiliki jembatan antara nilai dan tindakan.

RELATED POSTS

“Memakmurkan Masjid, Menjaga Peradaban”

The Future of SalesIs Problem Solving

OH… MBG, Viral Lagunya, Viral Beritanya

KURIKULUM BAHASA PERANCIS ATAU PESAN DIPLOMATIK )

Warisan Bernama PERSIB

Masalah kelima adalah hilangnya orientasi jangka panjang. Politik menjadi sangat reaktif dan transaksional. Keputusan diambil untuk keuntungan sesaat, popularitas, elektabilitas, atau tekanan politik, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Akibatnya, kebijakan sering berubah, program tidak berkelanjutan, dan publik menjadi korban dari ketidakpastian.

Dalam konteks ini, pemikiran Max Weber menjadi sangat relevan melalui konsep ethic of responsibility. Weber mengingatkan bahwa politik tidak cukup hanya berpegang pada prinsip (ethic of conviction), tetapi juga harus mempertimbangkan konsekuensi nyata dari setiap keputusan. Artinya, pemimpin harus mampu menggabungkan idealisme sebagai arah dengan pragmatisme sebagai cara.

Lalu bagaimana solusinya?

Pertama, pemimpin harus memiliki nilai inti, visi dan gambar yang jelas dan tidak bisa ditawar. Ini adalah fondasi. Kejujuran, keberpihakan pada publik, dan keadilan harus menjadi batas yang tidak boleh dilanggar. Dari sinilah idealisme mendapatkan bentuk yang konkret.

Kedua, pemimpin perlu mengembangkan strategi yang adaptif dan kontekstual. Pragmatisme bukan berarti mengorbankan nilai, tetapi mencari cara paling efektif untuk mewujudkannya. Ini membutuhkan kemampuan membaca situasi, membangun jaringan, dan memilih momentum yang tepat.

Ketiga, bangun komunikasi yang membumi dan bermakna. Pemimpin harus mampu menjelaskan gagasan besar dalam bahasa yang sederhana, sekaligus menunjukkan bukti nyata di lapangan. Komunikasi bukan hanya soal menyampaikan, tetapi membangun kepercayaan.

Keempat, tetapkan orientasi jangka panjang yang konsisten. Setiap keputusan harus dilihat dalam kerangka tujuan besar, bukan hanya kepentingan sesaat. Ini akan menjaga arah politik tetap stabil meskipun strategi bisa berubah.

Kelima, ciptakan budaya refleksi dan evaluasi. Pemimpin harus berani mengoreksi diri, belajar dari kesalahan, dan terus menyempurnakan pendekatan. Tanpa refleksi, pragmatisme akan menjadi rutinitas kosong, dan idealisme akan menjadi retorika tanpa makna.

ADVERTISEMENT

Jadipolitik bukan tentang memilih antara idealisme atau pragmatisme, tetapi tentang menyatukan keduanya dalam tanggung jawab yang utuh. Idealisme memberi arah, pragmatisme memberi jalan. Ketika keduanya berjalan seimbang, politik akan kembali menjadi alat untuk menghadirkan kebaikan bersama, bukan sumber kebingungan dan penderitaan bagi masyarakat.

Karena jika pemimpin gagal memahami ini, maka yang akan terus membayar harganya adalah warga. Namun jika pemimpin mampu mempraktikkan ethic of responsibility, maka politik akan kembali pada hakikatnya: menghadirkan harapan, kepastian, kejelasan dan keadilan bagi semua.***

Tags: AethicSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

“Memakmurkan Masjid, Menjaga Peradaban”
Opini

“Memakmurkan Masjid, Menjaga Peradaban”

13 Jun 2026 16:46
The Future of SalesIs Problem Solving
Berita Utama

The Future of SalesIs Problem Solving

8 Jun 2026 09:19
OH… MBG, Viral Lagunya, Viral Beritanya
Opini

OH… MBG, Viral Lagunya, Viral Beritanya

4 Jun 2026 07:57
KURIKULUM BAHASA PERANCIS ATAU PESAN DIPLOMATIK )
Berita Utama

KURIKULUM BAHASA PERANCIS ATAU PESAN DIPLOMATIK )

3 Jun 2026 07:25
“Anak Cermin Orang Tua”(Kualitas Pengasuhan Berawal dari Kualitas Hubungan Suami Istri)
Berita Utama

Warisan Bernama PERSIB

25 Mei 2026 08:45
PERSIB SABUBUKNA
Berita Utama

PERSIB SABUBUKNA

18 Mei 2026 13:25
Next Post
HATI-HATI! Ini Makanan Penyebab Gagal Ginjal yang Jarang Diketahui

Hati-Hati! Lemak Trans Picu Penyakit Jantung Koroner dan Stroke

Aksi Anarko Rusak Fasilitas Kota : Lampu Lalu Lintas & Jaringan Fiber Optics Lalu Lintas 75% Hancur

Aksi Anarko Rusak Fasilitas Kota : Lampu Lalu Lintas & Jaringan Fiber Optics Lalu Lintas 75% Hancur

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

15 Jun 2026 16:51
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

11 Jun 2026 16:39
Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

17 Jun 2026 16:30
Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

0
Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

0
Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?

Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?

0
Modus Jualan Tahu Bulat, Nyatanya Jual Pula Tembakau Sintetis, Polisi Bekuk RMA

Modus Jualan Tahu Bulat, Nyatanya Jual Pula Tembakau Sintetis, Polisi Bekuk RMA

0
Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar

Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar

19 Jun 2026 23:00
Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

19 Jun 2026 22:54
Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

19 Jun 2026 22:38
Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti

Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti

19 Jun 2026 22:25

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.