TERASJABAR.ID – Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal terbaru dari Iran terkait upaya mengakhiri konflik antara kedua negara.
Ia menolak rencana tersebut tak lama setelah disampaikan melalui mediator di Pakistan, sebagaimana dilaporkan kantor berita IRNA.
Trump mengungkapkan bahwa Iran mengajukan sejumlah tuntutan yang tidak dapat ia setujui, tanpa menjelaskan secara rinci poin-poin keberatannya.
Meski demikian, ia menyebut pembicaraan masih berlangsung melalui jalur komunikasi tidak langsung, setelah sebelumnya membatalkan kunjungan utusannya ke Pakistan.
Ia juga menilai kepemimpinan Iran tidak solid dan sulit mencapai kesepakatan bersama.
Gencatan senjata yang telah berlangsung selama tiga minggu disebut masih bertahan, walau kedua pihak saling menuding adanya pelanggaran.
Di sisi lain, ketegangan tetap tinggi, terutama terkait Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar perdagangan energi dunia.
Blokade Angkatan Laut AS terhadap kapal tanker Iran memperburuk kondisi ekonomi negara tersebut sekaligus memberi tekanan pada pasar global.
Upaya diplomatik terus dilakukan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melakukan komunikasi dengan sejumlah negara, termasuk Turki, Arab Saudi, dan Qatar.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, juga terlibat dalam pembicaraan untuk mencari solusi jangka panjang.-***















