TERASJABAR.ID – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, pada Kamis menyampaikan sikap tegas bahwa negaranya akan mempertahankan kemampuan nuklir dan rudalnya di tengah tekanan dari Donald Trump.
Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah, ia menyindir kehadiran Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia dan menyebut tidak ada tempat bagi AS selain “di dasar laut”.
Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Teluk Persia, menandai penampilan publik pertamanya sejak dilantik menggantikan Ali Khamenei.
Ia menegaskan bahwa Iran memasuki “babak baru” dalam mengelola kawasan strategis seperti Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia.
Ketegangan meningkat seiring blokade laut yang dilakukan AS terhadap ekspor minyak Iran, yang berdampak pada lonjakan harga minyak global hingga mencapai sekitar 126 dolar per barel.
Kondisi ini juga menekan ekonomi Iran sekaligus memicu kekhawatiran global terhadap pasokan energi.
Di sisi lain, pemerintahan Trump dikabarkan tengah menyiapkan langkah diplomatik dan sanksi tambahan untuk menekan Iran agar membuka kembali jalur pelayaran internasional.
Sementara itu, Pakistan disebut masih memfasilitasi komunikasi tidak langsung antara kedua negara untuk meredakan ketegangan.
Khamenei juga menegaskan bahwa kemampuan nuklir dan militer Iran adalah aset nasional yang tidak akan dikompromikan.
Ia kembali menyebut Amerika sebagai “Setan Besar” dan menolak campur tangan asing di kawasan tersebut.
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, laporan organisasi HAM menyebutkan peningkatan eksekusi di Iran, terutama terkait protes domestik, yang memicu kritik dari komunitas internasional.-***















