TERASJABAR.ID – Lahan sempit bukan halangan untuk bermanfaat. Buktinya, Lapas Kelas IIB Tasikmalaya mampu memenuhi ketahanan pangan lewat budidaya ikan lele. Hasilnya nyata, tiga bulan terakhir sudah lima kali panen.
Kasubsi Kegiatan Kerja Arief Setiyo Budiarto mengatakan, “Budidaya ikan lele ini, dari mulai Indukan dan bibit juga kami beli dari luar, karena kalau mengandalkan bantuan kita belum pernah.”
“Kalau dibantu dari Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan program sule, tentunya sangat membantu, ” ujarnya, Selasa(28/4/2026).
“Untuk metode budidayanya kreatif. Karena lokasi terbatas, warga binaan manfaatkan ember dan parit kecil di area lapas. “Lahan sempit, tapi alhamdulillah menghasilkan,” ungkapnya
” Alhamdulillah Panen lele tak sia-sia. Hasil panen pertama langsung disumbangkan untuk korban bencana alam di Sumatra dan Aceh. Sisanya masuk ke dapur lapas. Kami jual ke dapur lapas untuk penuhi kebutuhan makan warga binaan. Ini mendukung program MBG. Kami tak bisa jual ke luar karena hasilnya memang dibutuhkan di dalam,” tegas dia
Langkah Lapas Tasikmalaya dapat apresiasi. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara siap dorong pengembangan. “Kami dari Pemkot akan dukung penuh program Sule, Sentra Usaha Lapas, agar budidaya lele ini makin besar,” ujarnya.
Budidaya lele di balik jeruji ini jadi bukti. Pembinaan berjalan, ketahanan pangan terjaga, dan solidaritas untuk korban bencana tetap hidup. Dari ember dan parit sempit, lahir harapan baru.


















