TERASJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat Sumedang untuk bangga dengan apa yang dimiliki saat ini.
Sumedang memiliki sejarah panjang, berawal dari Kerajaan Tembong Agung yang didirikan oleh Prabu Aji Putih, kemudian berubah menjadi Kerajaan Sumedang Larang di bawah Prabu Tadjimalela. Kerajaan ini dikenal sebagai penerus sah kejayaan Kerajaan Pajajaran yang terakhir.
Sumedang juga memiliki seni spiritual yang mampu membangun manusia yang memahami dirinya sendiri.
“Orang Sumedang menciptakan tahu maka lahir tahu Sumedang, menciptakan Cilembu menghasilkan ubi Cilembu,” kata KDM, sapaan Dedi Mulyadi, dalam acara Ekosistem Budaya Kasumedangan Dalam Rangka Hari Jadi ke-448 Sumedang, di depan Gedung Negara Kabupaten Sumedang, baru-baru ini.
KDM juga mengajak masyarakat Sumedang untuk menaikkan derajat dengan tidak mengandalkan dari pemberian orang lain.
“Orang Sumedang bukan yang suka minta-minta, tetapi masyarakat yang memiliki martabat, harkat, dan diri,” imbuh KDM.
Ia juga mengharapkan pemimpin di Sumedang memberikan keadilan, menyayangi rakyatnya yang susah.
“Pemimpin jangan memilah-milah, pemimpin harus adil, menggunakan rasa, dan intuisi, kuat,” ujarnya.
















