TERASJABAR.ID – Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat program beasiswa untuk mustahik sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 di Pusdiklat Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., jajaran pimpinan BAZNAS RI Periode 2026–2031, Sekretaris Utama BAZNAS RI, para Deputi BAZNAS RI, serta jajaran terkait lainnya.
Menteri Agama mengungkapkan, kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kekurangan materi, tetapi juga kemiskinan ilmu. Karena itu, BAZNAS diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, melainkan juga mengedepankan pendekatan pendidikan melalui program beasiswa yang lebih masif dan berkelanjutan.
Menag menilai, pemberian beasiswa bagi mustahik hingga jenjang perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Dengan pendidikan yang memadai, mustahik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari lingkaran kemiskinan.
“Dalam surat Al-Ma’un, miskin bukan hanya soal harta, tapi juga ilmu pengetahuan. Kita ingin masa depan di mana kemiskinan umat dapat diatasi melalui lahirnya generasi berilmu lewat program beasiswa yang masif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, penguatan program beasiswa menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia mustahik.
















