TERASJABAR.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dengan memberikan kemudahan layanan yang semakin luas serta memberikan dampak berlapis bagi umat.
Melalui integrasi kanal digital dan kasir ritel, masyarakat kini dapat menunaikan ibadah kurban secara mudah, cepat, dan tepercaya, sekaligus menghadirkan manfaat yang menjangkau penerima manfaat dan peternak kecil di berbagai daerah.
Hal ini disampaikan Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. dalam konferensi pers peluncuran Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Jakarta.
Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa`adi, M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si., beserta jajarannya.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menegaskan, kurban memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai instrumen sosial ekonomi yang mampu menggerakkan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi kurban di Indonesia sangat besar, bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai penguatan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan. Pada tahun 2025, potensi ekonomi kurban nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp34,85 triliun. Ini merupakan kekuatan besar umat yang harus dikelola secara optimal agar manfaatnya semakin luas,” ujar Sodik.
Ia menyampaikan, secara empirik, pada tahun 2025, realisasi kurban telah mencapai sekitar Rp2,3 triliun atau setara 790.554 ekor doka (domba dan kambing) yang dikelola oleh BAZNAS se-Indonesia dan LAZ.
Sedangkan sekitar Rp18,8 triliun atau setara 1.962.575 ekor doka yang dihimpun secara mandiri oleh ormas, DKM, dan masyarakat luas. Sehingga total capaian kurban nasional pada 2025 mencapai Rp21,1 triliun.

















