TERASJABAR.ID – Kelompok Hizbullah menegaskan sikap tegas terkait kemungkinan gencatan senjata dengan Israel.
Mereka menolak jika kesepakatan tersebut memberikan kebebasan bergerak bagi pasukan Israel di wilayah Lebanon.
Menurut Hizbullah, hal itu justru berpotensi mengembalikan situasi ke kondisi sebelum konflik kembali memanas pada awal Maret.
Seorang sumber senior Hizbullah, seperti dikutip dari Al Jazeera Arabic, menyampaikan bahwa setiap bentuk gencatan senjata harus menjamin kedaulatan Lebanon sepenuhnya.
Ia menekankan bahwa keberadaan pasukan Israel di wilayah Lebanon, dalam bentuk apa pun, tidak dapat diterima dan akan terus dianggap sebagai bentuk pendudukan.
Lebih lanjut, Hizbullah menyatakan bahwa selama masih ada kehadiran militer Israel di tanah Lebanon, maka negara tersebut beserta rakyatnya memiliki hak untuk melakukan perlawanan.
Mereka menegaskan bahwa perlawanan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara guna memaksa pasukan Israel mundur dari wilayah yang diduduki.
Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang masih tinggi di kawasan, sekaligus menunjukkan bahwa peluang tercapainya gencatan senjata yang benar-benar stabil masih menghadapi tantangan besar.
Hizbullah menilai, tanpa kejelasan soal penarikan pasukan Israel, kesepakatan damai hanya akan bersifat sementara dan berisiko memicu konflik lanjutan di masa depan.-***
















