TERASJABAR ID – Empat jurnalis Indonesia dan satu relawan “diculik” saat mengikuti misi bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza di perairan internasional. Hingga Kamis (21/5/2026) ini, mereka masih ditahan di Israel. Ternyata satu di antara empat jurnalis itu adalah warga Kecamatan Cicalengka, Kab. Bandung.
Kelima warga Indonesia yang ditahan adalah:
Andre Prasetyo Nugroho (TV Tempo)
Bambang Noroyono (Republika)
Thoudy Badai Rifanbillah ( Republika)
Rahendro Herubowo ( iNews)
Andi Angga Prasadewa (relawan/aktivis Rumah Zakat)
Jurnalis asal Cicalengka tersebut adalah Thoudy Badai (28). Ia bersama rekannya Bambang Noroyono dan WNI lainnya, kini masih ditahan militer Israel (IDF). Mereka dicegat dan ditahan saat mengikuti misi bantuan kemanusiaan GSF menuju Gaza di perairan internasional sepekan lalu.
Camat Cicalengka, Cucu Hidayat ketika dikonfirmasi membenarkan Thoudy Badai adalah warga Desa Tenjolaya, Kec. Cicalengka Kab. Bandung. “Tadi malam kami unsur Forkopincam, Kapolsek, Danramil Cicalengka, Kades Tenjolaya dan unsur terkait lainnya mendatangi rumah keluarga Thoudy di Desa Tenjolaya,” kata Cucu, Kamis (21/5/2026).
Ia bersama unsur Forkopincam termasuk Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kab. Bandung mendatangi orangtua Thoudy, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama anak bangsa.
“Kunjungan dilakukan sebagai bentuk dukungan moril dan empati kepada keluarganya (orang tua) terkait ditahannya Thoudy Badai oleh angkatan laut Israel (IOF) saat menjalankan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) di perairan Siprus, Senin (18/5/2026) lalu,” jelasnya.
Thoudy Badai merupakan salah satu jurnalis asal Indonesia yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla, sebuah gerakan solidaritas internasional yang dibentuk dan diorganisasi oleh koalisi masyarakat sipil dunia untuk membawa bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina. Dalam perjalanan misi tersebut, kapal yang mereka tumpangi dicegat dan diculik IDF.
Hingga saat ini, kondisi dan keberadaan Thoudy Badai masih belum diketahui secara pasti, sehingga menimbulkan kekhawatiran mendalam dari pihak keluarga maupun masyarakat.
Sementara itu, Hani Humanisa (56) ibunda Thoudy hingga saat ini masih terlihat shock mendengar anaknya diculik dan ditahan di Israel, apalagi sampai hilang kontaknya.
“Terima kasih kepada unsur Forkopincam atas kunjungannya, sekaligus empati dan doanya. Semoga Thoudy selamat dan sehat serta bisa segera kembali ke tanah air,” tutur Hani.*

















