TERASJABAR.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan pengelola perpustakaan memiliki peran sentral sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat serta meningkatkan literasi baca para siswa.
Dilansir laman Kemensos, Saifullah Yusuf sampaikan itu saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Tingkat Lanjut Bagi Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat Batch 3 Tahun 2026 di Novotel BSD City, Tangerang Selatan, Banten.
Kegiatan yang berlangsung hingga 19 April 2026 ini diikuti 127 peserta dari berbagai Sekolah Rakyat di Indonesia.
“Jadi teman-teman yang ikut pelatihan ini kalian orang penting dan sangat penting. Lebih penting daripada menterinya dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kalian yang jadi ujung tombaknya dan kalian yang ada di depan bagaimana Sekolah Rakyat ini nanti jadinya,” kata Mensos.
“Ujung tombak bagi Sekolah Rakyat dalam menghadirkan perpustakaan yang benar-benar bisa memotivasi siswa, meningkatkan literasi dan minat baca, sehingga target pembelajaran kita di Sekolah Rakyat itu bisa tercapai,” sambungnya.
Mensos mengatakan perpustakaan merupakan jantung literasi dan ruang tumbuh masa depan siswa Sekolah Rakyat.
Ia menyebut salah satu fungsi strategis perpustakaan adalah sebagai alat mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa naik kelas, karena menjadi ruang inspirasi dan referensi perubahan masa depan.
Selain itu, perpustakaan juga sebagai ruang aman dan tempat anak menemukan harapan, bukan sekadar informasi. Perpustakaan juga bisa menghindarkan risiko efek buruk dari digital atau media sosial.
















