TERASJABAR.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan program Sekolah Rakyat yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026 dengan menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, termasuk mereka yang putus sekolah dan hidup di jalanan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Bekasi usai mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, baru-baru ini.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan lahan dengan luas sekitar 5,4 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat yang dikerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
“Dari pemerintah daerah kita menyiapkan lahan sekitar 5 hektare lebih. Pembangunannya dilakukan oleh PU, sedangkan daerah menyiapkan tanah dan dukungan infrastrukturnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya diperuntukkan bagi siswa baru, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali memperoleh pendidikan formal.
“Ada yang usianya 13 tahun masuk SD karena sebelumnya putus sekolah. Anak-anak seperti itu akan kita tarik kembali untuk sekolah,” katanya.
Ia menegaskan, sasaran utama program tersebut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat.
“Yang diverifikasi itu desil 1 dan desil 2. Jadi bukan masyarakat yang sudah mapan. Kita prioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang putus sekolah,” jelasnya.
















