“Kemudian juga, perpustakaan bisa berfungsi sebagai pusat pembentukan karakter. Membentuk disiplin, rasa ingin tahu dan daya juang, melatih fokus, berpikir mendalam dan pondasi berpikir kritis,” jelasnya.
Oleh karena itu, Mensos mengingatkan para peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan dengan serius.
Ia berharap setiap pengelola juga nantinya dapat menularkan ilmu mengenai pentingnya perpustakaan kepada guru dan tenaga kependidikan lainnya di Sekolah Rakyat.
“Tolong nanti ditularkan ilmunya kepada yang lain. Sampaikan kepada para guru bahwa guru juga harus memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap perpustakaan,” tegasnya.
“Ingat peran para pengelola perpustakaan bukan hanya penjaga buku, tetapi kurator pengetahuan penggerak literasi dan penjaga harapan anak bangsa. Di tangan anda, buku bisa menjadi nasib baru bagi seorang anak,” ujarnya.
Mensos menjelaskan, sebagai salah satu elemen penting pendidikan, ia ingin agar nantinya letak perpustakaan berada area paling depan Sekolah Rakyat permanen. Maka dari itu, Kemensos menggandeng Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dalam pengelolaan perpustakaan.
“Maka itu, saya mohon betul ke Bapak Kepala Perpustakaan, panjenengan (anda) yang ahli urusan ini, saya serahkan semua, baik nanti dalam tata kelolanya, dalam penguatan sumber daya manusianya, itu nanti akan kami serahkan,” ujarnya.
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Aminudin Aziz mengapresiasi kolaborasi antara Kemensos dan Perpusnas.
Ia meyakini Sekolah Rakyat mampu menjadi contoh yang baik dalam mendidik dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak.
“Saya sangat percaya Sekolah Rakyat akan bisa menjadi contoh terbaik bahwa mereka yang berasal dari kelompok yang termarjinalkan sekalipun, ketika diasuh dengan baik, ketika diberi gizi bacaan ilmu pengetahuan yang baik, mereka bisa berkembang dengan baik dan bisa melebihi nilai rata-rata orang-orang yang bersekolah di sekolah biasa. Saya sangat yakin itu,” katanya.
Aminudin menambahkan, selama tahun 2025, pihaknya telah membantu penyediaan buku ke 150 Sekolah Rakyat dalam 224 jenjang. Rinciannya, 1.500 buku untuk jenjang SD, 1.500 buku untuk SMP, dan 1.000 buku untuk SMA.
Dia juga menyampaikan bahwa akan ada berbagai program inovatif dalam pengelolaan perpustakaan di Sekolah Rakyat, seperti kegiatan membaca hingga meresensi buku.
“Sehingga nanti akan dikemas dalam program yang kita sebut dengan Gerakan Literasi Sekolah Rakyat dan dukungan dari Kementerian Sosial ini saya yakin akan menjadikan model pemberdayaan perpusakaan di Sekolah Rakyat ini adalah sebuah model yang betul-betul inovatif,” tutur Aminudin.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono dan Sekjen Kemensos Robben Rico.***
Sumber: Kemensos
















