TERASJABAR.ID – Ciri-ciri kaki diabetes sering tidak disadari oleh penderitanya, padahal tanda-tanda awalnya sangat penting dikenali untuk mencegah komplikasi serius, seperti infeksi hingga amputasi.
Dengan deteksi sejak dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko kerusakan yang lebih parah bisa diminimalkan.
Gangguan pada kaki merupakan salah satu komplikasi diabetes yang cukup sering terjadi.
Kondisi ini muncul secara bertahap akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang.
Gula darah tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah di area kaki, sehingga kaki menjadi kurang sensitif dan aliran darah tidak berjalan optimal.
Akibatnya, luka kecil pun bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain mati rasa atau kebas pada kaki, rasa nyeri seperti terbakar, serta perubahan warna kulit menjadi lebih pucat, kemerahan, atau kebiruan.
Selain itu, kaki juga bisa mengalami pembengkakan, kulit menjadi lebih tipis dan kering, serta luka yang sulit sembuh.
Pada beberapa kasus, rambut di kaki juga dapat rontok dan bentuk kaki bisa berubah akibat kerusakan saraf.
Untuk mencegah komplikasi, penderita diabetes disarankan rutin memeriksa kondisi kaki setiap hari, menjaga kebersihan, menggunakan sepatu yang nyaman, serta mengontrol kadar gula darah secara teratur.
Dengan perawatan yang tepat, risiko kaki diabetes dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga.-***

















