TERASJABAR.ID – Yoghurt tidak hanya nikmat dikonsumsi, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk pencernaan dan daya tahan tubuh.
Saat ini, terdapat beragam pilihan yoghurt, mulai dari yoghurt segar hingga yoghurt biasa.
Agar manfaatnya maksimal, penting untuk mengetahui perbedaan keduanya.
Yoghurt segar mengandung probiotik atau bakteri hidup yang baik, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, yang biasanya tercantum di label kemasan.
Kualitas dan jumlah bakteri baik berbeda pada setiap produk, tergantung proses produksi dan penyimpanan.
Yoghurt segar dibuat dari susu segar, diproses secara higienis, dan tidak melalui pemanasan berlebihan sehingga bakteri baik tetap hidup.
Produk ini kaya nutrisi, termasuk kalsium, magnesium, protein, fosfor, vitamin A, B1, dan B2. Masa simpan yoghurt segar biasanya 1–3 bulan di kulkas, dengan tekstur lembut dan ringan serta kandungan gula rendah.
Berbeda dengan yoghurt segar, yoghurt biasa umumnya memiliki jumlah bakteri baik lebih sedikit atau hampir tidak ada karena melalui proses pemanasan berulang.
Yoghurt biasa sering menggunakan susu bubuk atau susu kental manis, mengandung bahan tambahan seperti gula, perasa, pewarna, dan pengawet, serta memiliki tekstur lebih kental dan masa simpan lebih panjang, biasanya lebih dari 5 bulan.
Sebelum membeli, selalu periksa label kemasan untuk mengetahui jenis susu, kandungan bakteri baik, gula, dan bahan tambahan.
Pilih yoghurt segar dengan sedikit atau tanpa pengawet, dibuat dari susu segar berkualitas, dan diproses higienis.
Untuk menambah rasa, yoghurt segar bisa dicampur dengan buah atau dijadikan smoothie.-***














