Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia Akhmad Ma’ruf Maulana, menyambut positif kolaborasi tersebut.
Menurutnya, penerapan teknologi pengolahan air baku dan air limbah yang modern akan membantu kawasan industri di Indonesia meningkatkan daya saing sekaligus memenuhi tuntutan industri global yang kini semakin menekankan aspek keberlanjutan lingkungan.
Ia berharap proyek percontohan ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai kawasan industri lainnya di Indonesia.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Tri Supondy menjelaskan bahwa Kemenperin melalui Ditjen KPAII terus memperluas kerja sama internasional serta mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan di kawasan industri Indonesia.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada tahap pilot project saja, tetapi juga mampu mendorong investasi, transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta pengembangan industri berbasis inovasi di Indonesia. Semoga kolaborasi ini menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi industri dan masyarakat luas,” tutup Tri.***
Sumber: Siaran Pers Kemenperin
















