TERASJABAR.ID – Akses utama warga Kampung Buligir RT 01/02, Desa Parentas, Kec. Cigalontang, Kab. Tasikmalaya lumpuh total. Tebing setinggi 10 meter longsor dan menimpa badan jalan sepanjang 15 meter. Material longsor setinggi 4 meter bikin kendaraan apapun tak bisa lewat sama sekali.
Kabid Darlog BPBD Kab.Tasikmalaya, Cahyono Rahman, membenarkan kejadian itu. Penyebabnya, hujan deras yang guyur wilayah Cigalontang pada Kamis (16/4/2026) sore. “Hujannya lama, tanah di lereng bukit jadi labil. Akhirnya tebing nggak kuat nahan, ambrol nutup jalan kabupaten,” jelas Cahyono, Jumat (17/4/2026).
Longsoran tanah, batu, dan pohon tumbang menumpuk di tengah jalan. Warga Buligir yang mau ke kota atau sebaliknya terpaksa putar balik. Aktivitas warga terganggu. Anak sekolah, pedagang, sampai yang mau berobat harus menunggu proses evakuasi material.
Begitu laporan masuk, tim BPBD langsung turun. Bersama warga, mereka membuka jalan pakai alat seadanya, yakni cangkul, sekop, gacok, mesin air, chainsaw, sampai genset. Tanah yang basah dan lengket membuat proses evakuasi jadi sulit.
“Kita kejar biar cepat kebuka. Tapi medannya berat. Material tebal 4 meter, panjang 15 meter. Butuh tenaga ekstra,” kata Ade Rahman, seorang relawan.
Hingga malam, pembersihan masih jalan. Lampu dari genset jadi penerang. Warga saling gantian mencangkul dan menebang pohon yang ikut roboh. Semangat gotong-royong jadi senjata utama sebelum alat berat datang.
Cahyono minta warga sabar dan hati-hati. “Mudah-mudahan dalam beberapa jam ke depan jalan bisa normal lagi. Kami upayakan secepatnya. Tapi kalau hujan turun lagi, warga yang tinggal dekat tebing harus waspada,” pesannya.
Longsor di Kampung Buligir ini jadi pengingat, musim hujan belum benar-benar reda. Tebing-tebing rawan di Cigalontang masih bisa bergerak kapan aja. Untuk sekarang, harapan warga cuma satu yakni jalan terbuka, agar aktivitas kembali normal.*
















