TERASJABAR.ID – Seorang personel pasukan penjaga perdamaian yang tergabung dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan tewas setelah posisi mereka di wilayah Lebanon selatan terkena serangan mortir.
Selain korban jiwa, dua personel lainnya juga mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Rabu malam tersebut.
Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menjelaskan bahwa serangan mortir menghantam salah satu pos penjaga perdamaian di dekat Marjayoun, wilayah tenggara Lebanon.
Salah satu anggota pasukan mengalami luka berat dan segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Beirut.
Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan setelah menjalani perawatan intensif.
Sementara itu, dua personel lainnya yang turut menjadi korban dalam serangan tersebut saat ini masih menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan yang berada di dalam pangkalan UNIFIL.
Pihak UNIFIL menyatakan telah membuka penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti serta kronologi insiden tersebut.
Misi penjaga perdamaian PBB itu juga mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya aktivitas militer dan serangan di wilayah Lebanon selatan dalam beberapa waktu terakhir.
Kementerian Luar Negeri Lebanon turut mengecam keras serangan tersebut.
Korban yang meninggal diketahui merupakan Sersan Milovan Jovanovic, anggota kontingen Serbia yang bertugas dalam misi perdamaian PBB.
Pemerintah Lebanon menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk Resolusi 1701 yang mengakhiri konflik antara Israel dan Lebanon pada 2006.
Insiden ini terjadi di tengah upaya Lebanon dan Israel memperbarui kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat untuk meredam ketegangan yang terus meningkat di kawasan perbatasan kedua negara.-***















