TERASJABAR.ID – Pada hari Rabu, Senat AS kembali menolak upaya ketujuh dari Partai Demokrat untuk menghentikan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik melawan Iran, meskipun semakin banyak anggota Partai Republik yang mulai mempertanyakan strategi Presiden Donald Trump.
Resolusi yang diajukan oleh Senator Jeff Merkley dari Oregon tersebut gagal disahkan dengan hasil pemungutan suara 49-50.
Hampir seluruh anggota Demokrat mendukung, kecuali John Fetterman dari Pennsylvania.
Sejak konflik dimulai pada Februari, Demokrat telah beberapa kali mengajukan resolusi serupa, namun selalu ditolak.
Untuk pertama kalinya, Senator Lisa Murkowski dari Alaska ikut mendukung usulan tersebut, bersama Rand Paul dan Susan Collins dari Partai Republik, sementara mayoritas Republik lainnya menolak.
Dalam pernyataannya, Murkowski menyoroti bahwa meskipun pemerintah mengklaim adanya gencatan senjata, pasukan AS masih menghadapi serangan di wilayah tersebut.
Ia juga menekankan bahwa operasi militer terus berlangsung tanpa otorisasi resmi dari Kongres sesuai Undang-Undang Kekuatan Perang 1973, yang telah melewati batas waktu 60 hari.
Ia menilai tidak ada lagi dasar hukum yang kuat untuk mempertahankan pengerahan pasukan tanpa persetujuan legislatif, serta menegaskan pentingnya peran Kongres dalam menentukan keterlibatan militer.
Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengkritik Partai Republik karena dianggap membiarkan konflik berlanjut dan gagal menegakkan batas waktu yang telah ditetapkan.
Sementara itu, pihak Gedung Putih berpendapat bahwa kesepakatan gencatan senjata membuat batas waktu 60 hari tersebut tidak lagi berlaku.-***













