TERASJABAR.ID – Pihak angkatan laut IRGC menyatakan bahwa keamanan pelayaran di Selat Hormuz akan terjamin setelah meredanya ancaman dari Amerika Serikat serta penerapan prosedur baru oleh Iran.
Pernyataan yang diunggah di X itu tidak menjelaskan secara rinci aturan baru tersebut, namun menyampaikan apresiasi kepada para kapten dan pemilik kapal yang mematuhi ketentuan Iran saat melintasi jalur strategis itu.
Pengumuman ini muncul sehari setelah Donald Trump menghentikan sementara operasi militer “Project Freedom”, yang sebelumnya bertujuan mengawal kapal-kapal yang terjebak di selat tersebut.
Trump menyebut langkah itu diambil karena adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan dengan Iran, dengan mediasi dari Pakistan, meski blokade laut AS tetap berlangsung.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa konflik bisa berakhir jika Iran menyetujui kesepakatan.
Namun, ia juga memperingatkan kemungkinan eskalasi militer jika tidak ada titik temu.
Sementara itu, pemerintah Iran melalui juru bicara kementerian luar negeri menyatakan masih mengkaji proposal AS dan akan menyampaikan sikap resmi melalui Pakistan.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyambut positif keputusan tersebut, dengan harapan dapat mendorong stabilitas kawasan.
Di sisi lain, Iran juga membentuk otoritas baru untuk mengatur lalu lintas di selat, menandakan upaya perubahan jangka panjang atas kendali wilayah tersebut.
Meski demikian, situasi tetap tegang. Serangan terhadap kapal dagang masih terjadi, termasuk insiden yang menimpa kapal milik CMA CGM.
Gangguan ini terus menghambat jalur perdagangan global, termasuk sekitar 20 persen distribusi minyak dunia, dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi negara-negara Teluk.-***
















