Ia bahkan menargetkan kawasan tersebut ke depan dapat diperbaiki secara menyeluruh, mulai dari pengaspalan hingga penataan visual.
“Kedepannya kita ingin kawasan ini tertata. Jalannya kita aspal, kita rapikan, kita cat supaya terlihat indah. Kalau masih acak-acakan dan mengganggu aktivitas masyarakat, tentu tidak baik,” katanya.
Untuk memastikan penertiban berjalan optimal, Pemkab Bekasi akan melakukan pengawasan ketat selama 10 hari ke depan dengan melibatkan Satpol PP, kepolisian, hingga unsur TNI.
“Kita akan jaga bersama selama 10 hari ke depan. Kita ingin ada kerja sama antara pemerintah dan pedagang. Jalan raya ini untuk kendaraan, bukan untuk berjualan,” tegas Asep.
Dalam rencana jangka panjang, Pemkab Bekasi juga tengah menyiapkan konsep relokasi pasar tumpah ke area yang lebih representatif.
Asep menyebutkan, pihaknya memiliki lahan seluas sekitar 2,6 hektare yang dinilai cukup untuk menampung seluruh pedagang, yang diperkirakan mencapai sekitar 320 dolak.
“Ke depan kita siapkan pasar yang lebih luas dan tertata. Ada area parkir, ada zona pasar tradisional, semua rapi. Dengan lahan 2,6 hektare, saya yakin cukup untuk menampung seluruh pedagang,” jelasnya.
Ia pun berharap para pedagang dapat memahami kebijakan ini demi kepentingan bersama, khususnya dalam menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan.
“Intinya kita ingin tertib bersama. Pedagang juga tetap bisa berjualan dengan nyaman, masyarakat pun tidak terganggu,” pungkasnya.***
Sumber: Diskominfo Kab. Bekasi
















