Advertisement

Enam Kecamatan di Kabupaten Bandung Kebanjiran, 1 Warga Tewas

Enam Kecamatan di Kabupaten Bandung Kebanjiran, 1 Warga Tewas
Banjir merendam permukiman warga di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah. Foto/Dok.Warga
Editor: Dea Teras Bandung —Selasa, 31 Maret 2020 14:05 WIB

Terasjabar.id -  Hujan deras yang mengguyur Bandung raya, termasuk Kabupaten Bandung pada Senin 30 Maret 2020 sore hingga malam, menyebabkan enam kecamatan dilanda banjir.

Bahkan banjir yang merendam Kecamatan Bojongsoang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Korban terpeleset saat hendak mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat, tujuh kecamatan yang dilanda banjir akibat hujan deras dengan durasi cukup lama dan meluapnya air Sungai Citarum dan anak sungai itu antara lain, Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Banjaran, Ciparay, dan Solokanjeruk.

Pertugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bandung Iyus Setiawan mengatakan, akibat banjir tersebut, ribuan warga terdampak.

"Banjir tersebut disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota dan Kabupaten Bandung. Akibatnya Sungai Citarum dan anak sungainya meluap," kata Iyus.

Kecamatan Baleendah, tepatnya Kelurahan Andir dan Baleendah, ujar Iyus, merupakan wilayah paling parah dilanda bencana banjir. Tinggi muka air (TMA) banjir di kawasan ini mencapai 250 sentimeter (cm) atau 2,5 meter.

Selain permukiman warga dan fasilitas umum, banjir di beberapa kecamatan juga mengakibatkan akses jalan raya putus karena terendam air sehingga tak dapat dilintas kendaraan baik motor maupun mobil. "BPBD Jabar mencatatan, banjir di Baleendah merendam 4.439 rumah warga, 26 sekolah, dan 38 tempat ibadah," ujar Budi.

Jumlah warga terdampak banjir di tujuh Kecamatan Baleendah sebanyak 20.518 jiwa atau 5.515 kepala keluarga (KK). "Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke posko pengungsian," tutur dia.

Kemudian, ungkap Iyus, TMA banjir yang melanda tiga desa Kecamatan Dayeuhkolot, yaitu Desa Dayeuhkolot, Citeureup, dan Kelurahan Pasawahan, berkisar antara 10-200 meter.

Jumlah warga terdampak di Kecamatan Dayuehkolot sebanyak 19.696 jiwa atau 5.688 KK. Sebanyak 111 jiwa atau 35 KK mengungsi. Sedangkan jumlah rumah yang terendam sebanyak 4.092 unit, 8 tempat ibadah, dan 2 sekolah.

Di Kecamatan Banjaran, banjir merendam dua desa, yaitu Desa Tarajusari dan Tanjungsari. Sebanyak 55 KK terdampak. Tinggi muka air banjir di kecamatan ini berkisar antara 30-120 cm.

Banjir juga melanda Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay. TMA banjir di kawasan ini berkisar antara 30-80 cm. Jumlah warga terdampak 230 KK atau 690 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Bojongsoang, banjir melanda tiga desa, antara lain Desa Bojongsoang, Bojongsari, dan Tegalluar. TMA banjir di kawasan ini berkisar antara 10-100 cm. Sebanyak 45 rumah terendam dengan jumlah warga terdampak 2.812 jiwa atau 945 KK.

"Banjir di Kecamatan Bojongsoang menelan korban jiwa. Korban Udin (70) meninggal dunia akibat terpeleset saat hendak mengungsi," kata Iyus.

Sementara itu, bencana banjir di Kecamatan Solokanjeruk melanda Desa Panyadap akibat tanggul Sungai Cisunggalah jebol. Ratusan rumah di wilayah ini terendam banjir.

Selain rumah dan fasilitas umum, Banjir juga merendam jalan raya sehingga tak dapat dilalu kendaraan baik roda dua maupun empat.

Jalan yang terendam banjir antara lain, Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot dengan TMA antara 10-80 cm, Jalan Raya Ciparay-Dayeuhkolot TMA 10-90 cm, Andi-Katapang TMA 10-250 cm, Jalan Raya Dayeuhkolot depat Metro TMA 50-100 cm, Jalan Raya Bojongsoang TMA 20-50 cm, Jalan Raya Cikarees depan pom bensin TMA 40-60 cm, dan Jalan Raya Dayeuhkolot depan Masjid Ash-Shopia TMA 10-80 cm.

Untuk penanganan, assesment, dan bantuan penyelematan warga, BPBD Kabupaten Bandung berkoordinasi dengan Kantor Search and Rescue (SAR) atau Basarnas Bandung dan pihak kecamatan.

"BPBD Kabupaten Bandug terus memantau tinggi muka air banjir di beberapa titik tersebut. Selain itu, mengecek beberapa titik lokasi banjir untuk membuka posko siaga, berkoordinasi dengan aparat setempat. Sebab dikhawatirkan hujan deras akan kembali melanda Kota dan Kabupaten Bandung berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung," pungkas Iyus.

(Sindonews.com)

Enam Kecamatan di Kabupaten Bandung Kebanjiran 1 Warga Tewas BPBD


Related Post



Loading...