Advertisement

Paparan Polusi Udara dalam Waktu Lama Bisa Sebabkan Munculnya Masalah Tulang

Paparan Polusi Udara dalam Waktu Lama Bisa Sebabkan Munculnya Masalah Tulang
Ilustrasi polusi udara. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Barnaby Chambers
Editor: S.N.A Teras Health —Minggu, 12 Januari 2020 15:47 WIB

Terasjabar.id - Polusi udara merupakan salah satu hal yang menjadi musuh bersama pada beberapa tahun terakhir. Tingginya tingkat polusi ini juga meningkatkan sejumlah masalah kesehatan yang terjadi.

Diketahui bahwa hal ini bisa berujung sejumlah masalah kesehatan seperti penyakit respiratori, stroke, dan kanker. Sebuah temuan terbaru mengungkap bahwa terdapat satu lagi masalah yang bisa muncul dari polusi udara ini.

Dilansir dari Merdeka.com, peneliti mengungkap bahwa tingginya polusi udara ini bisa timbulkan masalah pada tulang. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada jurnal Jama Network Open.

Diketahui bahwa ternyata terdapat hubungan antara polusi udara dalam jangka waktu lama dengan kesehatan tulang yang buruk. Peneliti menganalisis data lebih dari 3.700 orang dari 28 desa di India Selatan.

Tim peneliti dari Barcelona Institute for Global Health (ISGlobal) meminta partisipan untuk menjawab pertanyaan mengenai jenis bahan bakar yang mereka gunakan untuk memasak. Untuk mempelajari paparan polusi udara luar ruangan, peneliti menggunakan model yang dikembangkan secara lokal yang mengukur partikel udara halus serta karbon hitam.

Radiografi jenis khusus membantu peneliti mengukur kesehatan tulang partisipan setelah melihat kualitas udara di dalam dan luar ruangan. Mereka memeriksa kepadatan tulang partisipan dan massa tulang pada lumbar tulang belakang dan pinggul sebelah kiri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi luar ruangan atau partikel halus dalam jumlah tinggi bisa menurunkan massa tulang. Walau begitu, seseorang yang menggunakan bahan bakar biomassa tidak mengalami perubahan di tulang.

"Menghisap partikel berpolusi bisa berujung hilangnya massa tulang melalui stres oksidatif dan peradangan yang disebabkan oleh polusi udara," terang Octavio Ranzani, peneliti dari ISGlobal.

Sejumlah partisipan mendapat paparan dalam jumlah rata-rata yang jauh di bawah batas bahaya yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO). Peneliti mengatakan bahwa orang-orang dari negara pendapatan rendah maupun tinggi sama-sama mengalami efek yang serupa pada tulang.

"Hasil temuan kami menambahi sejumlah bukti yang mengindikasikan polusi udara relevan dengan kesehatan tulang melalui beragam tingkat polusi udara, termasuk yang ditemukan pada negara pendapatan tinggi maupun menengah ke bawah," terang Cathryn Tonne, koordinator dari penelitian ini.

Paparan Polusi Udara dalam Waktu Lama Bisa Sebabkan Munculnya Masalah Tulang


Related Post


 


Loading...