Advertisement

Malam Tahun Baru, Dua Warga Ponjong Ditemukan Bersimbah Darah

Malam Tahun Baru, Dua Warga Ponjong Ditemukan Bersimbah Darah
Warga temukan dua warga Ponjong bersimbah darah di saat malam tahun baru 2020, Rabu (1/1/2019). [Istimewa]
Editor: Dea Hot News —Rabu, 1 Januari 2020 10:38 WIB

Terasjabar.id - Malam pergantian tahun baru 2020 justru berubah mencekam bagi masyarakat di kawasan perbatasan Padukuhan Sunggingan Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong dengan Desa Gedangrejo Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul. Sebabnya, sesosok mayat perempuan ditemukan bersimbah darah dan di sebelahnya seorang laki-laki ditemukan masih bernapas.

Dilansir dari suara.com, keduanya ditemukan di Gunung Batur Agung, Gunung Kidul, Selasa (31/12/2019) malam menjelang jam pergantian tahun. Saat ditemukan, kondisi sosok perempuan dalam keadaan sudah meninggal, sementara yang laki-laki masih sadar dan dalam keadaan bersimbah darah karena mengalami luka serius.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, kedua orang yang ditemukan di atas Gunung Baturagung tersebut adalah warga setempat yang bernama Suratmin (40) warga Padukuhan Sunggingan Desa Sidorejo Kecamatan Ponjong dan yang perempuan adalah Paniyati (50), tetangga Suratmin.

Keduanya ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 21.30 WIB dan informasinya langsung menyebar. Sejumlah laporan pun masuk anggota polisi di dua Polsek yang berbeda. Dan setelah aparat kepolisian melakukan penelusuran ternyata benar, ada dua orang yang ditemukan di atas Gunung Baturagung dengan posisi satu meninggal dan satu masih hidup.

"Iya, tadi ada laporan terus kami telusuri. Ternyata benar warga menemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia,"tutur Kapolsek Karangmojo, Kompol Sunaryo ketika dikonfirmasi, Rabu (1/1/2019).

Namun demikian, Sunaryo enggan berkomentar lebih banyak, ia mengatakan jika keduanya ditemukan dalam kondisi luka parah. dan darah segar masih berceceran di dekat penemuan kedua orang tersebut. Aparat kepolisian kini terus berusaha melakukan penyelidikan atas penemuan dua orang tersebut.

"Untuk penyebab dan indikasi lain, kami belum bisa memastikan. Masih terus kami kembangkan," ujarnya.

Kondisi medan penemuan keduanya memang cukup sulit. Terlebih di kawasan tersebut habis diguyur hujan sehingga jalan menuju ke kawasan tersebut sangat licin. Dan karena berada di atas gunung, maka untuk menuju ke lokasi penemuan sangat sulit karena keadaan sangat gelap.

Bahkan untuk mencapai ke lokasi kejadian, polisi harus menempuhnya dengan jalan kaki sekitar 3 kilometer. Sehingga proses evakuasi keduanya pun cukup menyita waktu. Hingga pukul 23.00 WIB, korban yang laki-laki baru bisa dievakuasi. Korban laki-laki langsung dilarikan ke rumah sakit Panti Rahayu untuk mendapatkan perawatan.

"Untuk korban perempuan masih dilakukan otopsi di lokasi kejadian oleh tim Inafis," tambahnya.

Malam Tahun Baru Dua Warga Ponjong Bersimbah Darah Gunung Kidul


Related Post



Loading...