Manfaat Orang Berpuasa, Menurut Dosen IPB dan UGM

Manfaat Orang Berpuasa, Menurut Dosen IPB dan UGM
Foto: iStock
Editor: Kian Santang Pendidikan —Sabtu, 11 September 2021 15:30 WIB

Terasjabar.id - Puasa merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan bagi umat Islam. Selain bernilai ibadah, puasa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja manfaat orang yang berpuasa?

Dalam bahasa Arab, puasa berasal dari kata shaum atau shiyam yang artinya menahan. Sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya dengan cara-cara yang khusus. Puasa dilakukan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Perintah berpuasa termaktub dalam Al Quran, salah satunya pada surat Al Baqarah ayat 183.


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ - ١٨٣




Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS. Al Baqarah: 183)

Manfaat Orang Berpuasa

Selain bernilai ibadah, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) dan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan dua manfaat orang yang berpuasa, di antaranya dapat menjadikan awet muda dan meningkatkan imunitas tubuh. Berikut penjelasannya:

1. Suplemen Terbaik Agar Awet Muda

Dosen IPB University, Rika Indri Astuti menjelaskan, mengonsumsi makanan dengan pembatasan waktu ternyata dapat meremajakan sel-sel kulit dalam tubuh, sehingga dapat awet muda.

"Pengaruh calori restriction pada organisme uniseluler telah terbukti memperpanjang umur. Namun pada multiseluler masih menjadi pertanyaan," paparnya, seperti dikutip dari laman IPB University, Jumat (10/9/2021).

Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut menjelaskan, saat berpuasa, terdapat beberapa gen yang tidak aktif karena tidak mendapat asupan seperti karbohidrat. Gen yang tidak aktif tersebut akan menghidupkan saklar mekanisme, seperti autofagi.

Autofagi berfungsi sebagai agen pembersih pada tubuh. Salah satunya dalam mengangkat sel-sel rusak atau mati. Sel mati yang tidak dibuang dapat menyebabkan penyakit-penyakit degeneratif, contohnya penuaan seperti alzheimer.

2. Mampu Tingkatkan Imunitas Tubuh

Ahli Gizi UGM, R. Dwi Budiningsari mengatakan, puasa dapat memperbaiki jaringan-jaringan sel yang rusak. Puasa 30 hari di bulan Ramadhan dapat merangsang produksi sel-sel darah putih baru. Kondisi tersebut menjadi dasar regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.

"Sejumlah penelitian menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada studi yang menyatakan berpuasa berisiko meningkatkan infeksi Covid-19," jelas Dwi, seperti dikutip dari laman UGM, Jumat (10/9/2021).

Ketua Prodi S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM ini menyampaikan, kondisi dengan sistem kekebalan yang telah diregenerasi akan semakin memperkuat tubuh dalam menangkal berbagai infeksi bakteri maupun virus dan penyakit lainnya.

Selain meningkatkan imunitas, Dwi juga mengungkap bahwa orang yang berpuasa dapat membantu mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan dalam tubuh, atau biasa disebut detoksifikasi tubuh.

Puasa juga dapat mengurangi massa lemak tubuh. Di mana lemak yang berlebih dapat merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh.

"Kalau yang kelebihan lemak bisa menurunkan berat badan maka bisa memperbaiki imunitasnya,"terang Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI Pangan) DIY ini.

Jadi, manfaat orang yang berpuasa antara lain menjadikan awet muda, meningkatkan imunitas tubuh, dan mengurangi massa lemak dalam tubuh.

sumber:detik.com

Puasa Islam UGM


Loading...