Fear Street Part 2: 1978, Teror di Perkemahan

Fear Street Part 2: 1978, Teror di Perkemahan
Foto: (dok. ist)
Editor: Kian Santang Hot News —Minggu, 11 Juli 2021 09:33 WIB

Terasjabar.id - Fear Street Part 2: 1978 langsung dibuka dengan lanjutan film sebelumnya. Deena (Kiana Madeira) dan adiknya Josh (Benjamin Flores Jr.) yang selamat dari teror yang merenggut nyawa teman mereka harus dipusingkan dengan Sam (Olivia Scott Welch) yang masih kesurupan si penyihir jahat, Sarah Fier.

Mereka bertemu dengan C. Berman (Gillian Jacobs), yang selamat dari teror yang sama dua dekade lalu, untuk mencari tahu bagaimana caranya selamat dari kutukan ini. Dari sini Fear Street Part 2: 1978 langsung mundur.

Kalau 1994 fokus dengan pertemanan dan romansa, 1978 fokus dengan hubungan dua saudari. C. Berman (dipanggil Ziggy dan diperankan oleh Sadie Sink) adalah seorang peserta kemping sementara kakaknya Cindy Berman (Emily Rudd) adalah pegawai kempingnya. Ziggy muak dengan kakaknya Cindy yang sepertinya ganti kepribadian.

Sementara Cindy tidak tahu kenapa adiknya begitu kesal dengan dirinya. Padahal dia hanya ingin hidup yang lebih baik. Lebih dari sekedar warga Shadyside yang ditakdirkan untuk menjadi pecundang.

Seperti film pertamanya, perseteruan antara warga Shadyside dan Sunnyvale menjadi pondasi ceritanya. Ziggy dibully oleh teman-temannya dari Sunnyvale hanya karena dia cocok dengan image Shadyside yang rusak. Ziggy mencoba menyembunyikan ini semua dari Cindy karena Cindy tak akan bisa mengerti hidupnya.

Teror dimulai ketika suster perkemahan, Suster Lane (Jordana Spiro), terlihat tidak fokus saat mengobati Ziggy yang baru saja selesai disiksa. Suster Lane sendiri sudah terkenal karena konon kabarnya anaknya menjadi pembunuh brutal. Suster Lane yang merasa bahwa kutukan Sarah Fier akan terjadi lagi, menyerang Tommy (McCabe Slye), pacar Cindy, yang tentu saja membuat Suster Lane cabut dari perkemahan.

Satu-satunya orang dewasa di perkemahan pergi dan teror akan menjemput mereka. Begitu Tommy mulai kesurupan dan membantai para remaja satu per satu, Cindy dan Ziggy harus mencari cara untuk bisa selamat.

Fear Street Part 2: 1978 adalah sebuah sekuel yang risky. Sekuel horor kebanyakan maju dan bukannya mundur karena lebih gampang untuk mengeksplor teror yang sudah terjadi. Mungkin karena filmnya sudah didesain sebagai trilogi (dan bukannya baru dibikin setelah film pertamanya sukses) sehingga hubungan antara film ini dengan film sebelumnya terasa jelas dan mengikat.

Tidak ada hal yang random, semuanya ada urgensinya. Kalau film pertamanya penuh dengan kesenangan dan petualangan dengan Scream dan slasher 90an sebagai referensi utamanya, maka Fear Street Part 2: 1978 menggunakan film-film horor klasik seperti A Nightmare on Elm Street, Halloween dan Friday The 13th sebagai kiblatnya.

Nuansa jadul yang ada di film ini terasa tapi dengan visual yang enak dilihat. Secara teror, film ini juga melibatkan lebih banyak darah dan lebih banyak korban dari film sebelumnya.

Sebagai sebuah horor, Fear Street Part 2: 1978 memang tidak menyajikan adegan yang brutal seperti film pertamanya (kepala dengan alat pemotong roti bukanlah kolaborasi yang menyenangkan). Tapi film ini tetap menyajikan suspense yang terjaga dengan baik. Melihat para remaja ini lari kocar kacir melihat orang yang hobi memotong kepala orang ternyata sangat menyenangkan.

Zak Olkewicz dan Leigh Janiak yang menulis skrip ini menekankan hubungan antara Cindy dan Ziggy sebelum mereka menekan pedal gas. Keputusan ini adalah keputusan yang baik karena meskipun Cindy dan Ziggy akhirnya terpisah, hubungan mereka berdua menjadi highlight film ini. Hubungan mereka berdua membuat Fear Street Part 2: 1978 menjadi jauh lebih kuat secara emosi.

(sumber:detik.com)

Teror Informatif fear street


Loading...