Cerita Sopir Taksi Online Antar Penumpang Cari RS Sampai Meninggal di Mobil: 'Saya Juga Panik'

Cerita Sopir Taksi Online Antar Penumpang Cari RS Sampai Meninggal di Mobil: 'Saya Juga Panik'
Bani (31), seorang sopir taksi online, tak menyangka seorang ibu yang menjadi penumpangnya meninggal di mobilnya saat akan dibawa ke rumah sakit
Editor: Indra Hot News —Jumat, 9 Juli 2021 15:20 WIB

TERASJABAR.ID-Bani (31) tak menyangka, seorang ibu yang menjadi penumpang meninggal di dalam mobilnya, saat akan dibawa ke rumah sakit (RS).

Bani adalah seorang sopir taksi online di Kota Bandung, Jawa Barat.

Ia diminta penumpangnya mengantarkan ke Rumah Sakit untuk berobat dari klinik di Cijambe, Ujungberung, Kota Bandung.

"Saya lagi on jam 11.00 WIB, dapat orderan dari klinik di Jalan Cijambe bertiga. Bapaknya, putranya, sama si ibu. Tujuannya ke RS Hermina, sudah dapat rujukan," ujar Bani, saat dihubungi, Jumat (9/7/2021).

LIHAT JUGA:






View this post on Instagram

A post shared by Teras Jabar (@terasjabar.id)


Sesampainya di RS Hermina Arcamanik, kata Bani, ia diminta penumpangnya untuk menunggu karena khawatir tidak mendapat tempat di RS tersebut.

Setelah menunggu sekitar setengah jam, kata dia, penumpangnya kembali minta diantar ke RS lain lantaran RS Hermina sudah penuh dan tidak dapat menerima pasien baru.

"Kondisi si ibunya sudah kritis. Dari situ saya diminta mengantarkan ke RS Al Islam," katanya.

Di RS Al Islam pun, kata dia, ibu yang menjadi penumpangnya itu tidak dapat ditangani dengan alasan yang sama.

RS sudah tidak dapat menerima pasien karena sudah penuh.

"Ternyata di RS Al Islam penuh juga tidak bisa masuk. Kemudian koordinasi dengan keluarganya yang lain, mau dibawa ke RS Santosa Bandung," katanya.

Bani mengaku sempat khawatir karena melihat kondisi si ibu sudah semakin kritis.

TONTON JUGA:

Dari RS Al Islam, Bani kemudian memacu kendaraannya menuju RS Santosa melewati Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Kebonjati, demi menghindari penutupan jalan.

"Memang sudah lemas, tapi masih bisa senyum," ucapnya.

Dalam kondisi panik, kata Bani, si ibu sempat mengatakan, "A, nyungkeun bantosananya, sabar (A, minta bantuannya ya, sabar)."

"Sempat komunikasi, itu (ucapan si ibu) yang masih bisa saya ingat," katanya.

Dalam perjalanan menuju RS Santosa, kata Bani, si ibu akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di dalam mobil.

BACA JUGA:Sosok Setia yang Tutup Mulut soal Kenakalan Nia Ramadhani, Sudah Menemani Selama 18 Tahun

"Saya sempat berhenti. Kata keluarganya si ibu seperti tidur. Pas dicek sudah tak bernapas. Keluarganya langsung histeris," ucapnya.

Melihat keluarganya histeris, Bani semakin panik dan segera mengantarkan keluarga tersebut ke rumahnya di Cijambe.

"Saya juga panik. Saya lihat alamat di KTP-nya, langsung dibawa pulang."

"Ini kejadian pertama kali saya alami. Mudah-mudahan ibunya husnul khatimah," katanya. (*)

(TERASJABAR.ID)

Taksi Online Meninggal di Mobil Kota Bandung


Loading...