Advertisement

Cerita Lansia yang Disuntik Vaksin Covid-19 di Tangsel, Awalnya Deg-degan dan Tensi Sempat Tinggi

Cerita Lansia yang Disuntik Vaksin Covid-19 di Tangsel, Awalnya Deg-degan dan Tensi Sempat Tinggi
(Okezone : Google)
Editor: Epenz Hot News —Minggu, 14 Maret 2021 13:23 WIB

Terasjabar.id - Seorang wanita lanjut usia (lansia), Hari Abadini merasa lega sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19, Sabtu (13/3/2021).

Hari salah satu dari ribuan lansia yang mengikuti vaksinasi Covid-19 secara massal di gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang.

Dia mengaku awalnya sempat merasa khawatir akan disuntik vaksin yang baru pertama kali dirasakan. Namun, rasa itu hilang setelah selesai disuntik.

"Awal-awal saat hendak disuntik saya deg-degan saja Tapi saat disuntikkan hanya kayak berasa digigit semut. Cuma itu saja yang dirasakan," ujarnya kepada Poskota.co.id, Minggu (14/3/2021).

Kemudian, Hari menuturkan, sempat menunggu cukup lama saat hendak disuntik vaksin. Penyebabnya, tensi darah nenek berusia 68 itu tinggi saat dilakukan pemeriksaan.

"Sebelum disuntik ada pemeriksaan kesehatan. Saya dicek tensi darahnya tinggi di 167/80. Akhirnya saya disuruh menunggu hingga tekanan darahnya normal," terangnya.

Hari menyebut, merasa kelelahan dalam perjalanan dari rumahnya di Jalan Pisangan Raya, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur ke ICE BSD.

Sehingga kondisi itu yang membuat tinggi tekanan darah nenek Hari. 

FOLLOW JUGA : 

"Ke sini saya diantar sama anak naik taksi turun di depan hall 10. Dari situ jalan kaki masuk ke dalam cukup lelah. Padahal jaraknya dekat, tapi namanya sudah tua mudah lelah," paparnya.

Di sisi lain, Hari mengaku, mengikuti vaksinasi Covid-19 secara massal didaftarkan oleh sang anak. Namun dia tak menampik sudah berniat sejak awal untuk disuntik vaksin. 

"Sebenarnya saya dari awal adanya vaksin sudah kepingin karena usia juga sudah tua. Saat ada kabar vaksin lansia langsung didaftarkan sama anak," ungkapnya. 

Dengan sudah disuntik vaksin, Hari berharap bisa terlindungi dari adanya virus Covid-19. Kemudian merasa aman pergi jauh keluar rumah. 

"Selama setahun saya dirumah saja, kalau keluar rumah sekitar komplek saja. Jadi baru kali ini keluar jauh. Dengan sudah divaksin, jadi ada rasa aman untuk pergi jauh," sebutnya. 

Selain Hari, Suryati (67) mengaku merasa lega telah disuntik vaksin. Dia menyebut, tidak ada efek samping yang dirasakan setelah disuntik vaksin. 

"Sama seperti disuntik pada umumnya. Tidak ada efek samping yang saya rasakan setelah disuntik vaksin. Cuma ada rasa pegal, tapi itu sebentar dan menurut saya disuntik rasakan itu," tuturnya. 

Nenek yang tinggal di wilayah Kecamatan Pondok Aren itu berharap usai vaksinasi bisa terhindarkan dari virus Covid-19. 

"Vaksin ini untuk kekebalan tubuh kita dari virus Corona. Apalagi saya sudah tua rentan, tapi setelah divaksin mudah-mudahan ada perlindungan," tandasnya. 

Vaksinasi massal tersebut diikuti 5.000 orang dan dibagi dalam dua hari, yaitu Sabtu (13/3/2021) dan Minggu (14/3/2021). Ribuan orang itu terdiri dari ojek online, sopir angkutan umum, dan lansia.

Pantauan Poskota.co.id, pelaksanaan vaksinasi sudah dimulai sejak pagi hari sekira pukul 07.30 WIB. Sama seperti proses vaksinasi biasanya, mereka terlebih dulu didata dengan membawa KTP. 

Setelah pendataan selesai, baru kemudian mereka dilakukan pengecekan kesehetan hingga disuntik vaksin. Pelaksanaan vaksinasi di dalam Hall 10. (kontributor banten/ridsha vimanda nasution/ys)

Disadur dari Poskota.co.id

Pandemi Covid-19 Program Vaksinasi Prokes Lansia


Loading...