Advertisement

Foto Masa Lalu Aprilia Manganang Sebagai Atlet Voli, Kerap Diprotes Lawan karena Fisiknya Mirip Pria

Foto Masa Lalu Aprilia Manganang Sebagai Atlet Voli, Kerap Diprotes Lawan karena Fisiknya Mirip Pria
Tribunjabar.id
Editor: Malda Berita Viral —Rabu, 10 Maret 2021 09:18 WIB

Terasjabar.id - Foto masa lalu Aprilia Manganang saat masih aktif sebagai atlet voli putri menjadi perhatian setelah ia dinyatakan sebagai laki-laki.

Pemilik nama lengkap Aprilia Santini Manganang itu disebut sebagai perempuan saat lahir.

Setelah 27 tahun berlalu, Aprilia dinyatakan sebagai laki-laki. Ia menderita hipospadia.

Paramedis menyatakannya sebagai perempuan lantaran jenis kelamin yang dimilikinya sedikit berbeda.

Aprilia mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional lewat olahraga.

Ia menjadi atlet voli putri dan sempat berlaga di SEA Games mewakili Indonesia.

Selama berkarier sebagai atlet, Aprilia Manganang kerap mendapat protes dari lawan.

Protes itu dilontarkan karena kecurigaan mereka terhadap kondisi fisik Aprilia Manganang yang seperti laki-laki.

Mantan spiker itu juga dikenal memiliki penampilan yang tomboi.

April sempat diprotes oleh tim Popsivo Polwan di Liga Bola Voli Indonesia (Livoli) 2011.

Saat itu Popsivo menolak bertanding melawan Alko Bandung yang diperkuat Aprilia.

Mereka menolak bertanding karena hasil feminine test-nya belum keluar.

Pada Livoli 2013, tim Bank Jatim Surabaya dan Petrokimia Gresik juga melancarkan protes dengan kasus yang sama.

Tak hanya itu, Aprilia juga pernah mendapat cemoohan dari suporter Filipina pada laga pertama Grup B SEA Games 2015 di OCBC Arena, Singapura.

Tim voli Filipina juga mengajukan protes kepada Komite Penyelanggara SEA Games 2015 (SINGSOC) dan meminta dilakukan tes untuk Aprilia.

KSAD Andika Perkasa jelaskan kronologi Aprilia Manganang dipastikan sebagai laki-laki.
KSAD Andika Perkasa jelaskan kronologi Aprilia Manganang dipastikan sebagai laki-laki. (Tribunnews dan Instagram/manganang92)

Kapten Timnas Indonesia, Amalia Fajrina juga membenarkan protes tim voli Filipina.

Alia tak memungkiri, isu tentang jenis April sudah sejak lama menjadi perbincangan.

"Apalagi kalau dia ikut SEA Games, ada protes dari negara lain. Pasti, cek segala macem. Kita rekan satu tim, tahunya lolos-lolos aja," kata Alia.

Aprilia mengalami cedera lutut yang berujung dengan pensiun.

Tidak melanjutkan karier di dunia voli, Aprilia Manganang bergabung di militer sebagai prajurit TNI AD.

Tubuhnya yang berotot semakin kekar dan gagah.

Berikut ini foto masa lalu Aprilia Manganang semasa menjadi atlet voli putri.

1. Mantan spiker timnas bola voli putri Indonesia

Mantan spiker timnas bola voli putri Indonesia
Mantan spiker timnas bola voli putri Indonesia (Juara.net/Herka Yanis P)

2. Aprilia Manganang saat masih menjadi atlet, ia berkostum tim Thailand Generali Supreme Chonburi E-Tech.

Aprilia Manganang saat masih menjadi atlet, ia berkostum tim Thailand Generali Supreme Chonburi E-Tech.
Aprilia Manganang saat masih menjadi atlet, ia berkostum tim Thailand Generali Supreme Chonburi E-Tech. (smmsport.com via Bolasport)

3. Aprilia Manganang (kanan) sukses menjadi sorotan Thai-Denmark Super League 2019 lewat prestasinya

Aprilia Manganang (kanan) sukses menjadi sorotan Thai-Denmark Super League 2019 lewat prestasinya
Aprilia Manganang (kanan) sukses menjadi sorotan Thai-Denmark Super League 2019 lewat prestasinya (Instagram via Bolasport)

Pernyataan KSAD Andika Perkasa

Kabar Aprilia adalah laki-laki ini kini menjadi sorotan di dunia maya.

Kabar ini disampaikan langsung dari pihak TNI AD yang menaungi pekerjaan Manganang yang kini menjadi seorang anggota TNI berpangkat Sersan Dua.

KSAD Andika Perkasa menggelar konferensi pers terkait hasil pemeriksaan terhadap Serda Aprilia Manganang.

Ia menjelaskan penyebab Aprilia Manganang yang semula diklaim sebagai perempuan kini sudah dipastikan laki-laki.

Mengutip dari siaran konferensi pers yang ditayangkan kanal Youtube TV One News pada 9 Maret 2021, KSAD Andika Perkasa menjelaskan kronologinya.

Ia menyebut, sejak lahir Manganang diklaim sebagai perempuan, meskipun secara fisik tak terlihat seperti perempuan.

Pihaknya pun menawarkan bantuan kepada mantan atlet voli putri itu untuk diperiksa.

Ternyata Aprilia Manganang menyambut baik dan antusias.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, Manganang lebih banyak memiliki hormon laki-laki, termasuk memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki.

KSAD Andika Perkasa jelaskan kronologi Aprilia Manganang dipastikan sebagai laki-laki.
KSAD Andika Perkasa jelaskan kronologi Aprilia Manganang dipastikan sebagai laki-laki. (Tribunnews dan Instagram/manganang92)

Berikut ini pernyataan lengkap Andika Perkasa.

"Aprilia ini diklaim sebagai seorang wanita atau memiliki akta kelahiran wanita tetapi penampilan fisiknya tidak seperti wanita lainnya.

Jadi saya berkonsultasi menawarkan apa yang bisa kami bantu untuk dia. Akhirnya Sersan Manganang rupanya menyambut dengan sangat excited,

rupanya inilah yang ditunggu-tunggu sehingga saya hadirkan tim dari RSPAD lengkap yang tadi sudah saya sebutkan spesialisasinya bidangnya,

kemudian kita lakukan pemeriksaan secara lengkap di RSPAD dengan menggunakan seluruh fasilitas kesehatan yang kami punya.

Dari hasil pemeriksaan itu, ternyata bahwa dilihat dari pemeriksaan urologi ternyata Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki dan bahkan tidak ada organ-organ internal jenis kelamin wanita.

Kemudian, pemeriksaan hormonalnya pun begitu. Hormonalnya normal, hormon testosteronnya juga diukur sehingga secara faktual dan ilmiah kita meyakini bahwa Sersan Manganang lebih memiliki hormonal yang masuk dalam kategori normal laki-laki."

(Tribunjabar.id)

Kelainan yang Dialami Aprilia Manganang

Didampingi Tim Dokter RSPAD Gatot Soebroto, Andika menjelaskan kelainan organ reproduksi yang dialami Sersan Manganang yakni hipospadias.

Andika menjelaskan Sersan Manganang yang dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua pada Desember 2016 lalu dilahirkan tahun 1992 tepatnya 27 April di Pulau Sangir, Tahuna,  Sulawesi Utara.

Ia menggambarkan untuk menuju lokasi tersebut saat ini maka diperlukan delapan jam dari Manado dengan kapal laut. 

Sebetulnya, lanjut Andika, kelainan pada sistem reproduksi laki-laki atau hiposadias cukup sering terjadi, bahkan menempati peringkat kedua dari jumlah kasus yang biasa terjadi untuk kelahiran bayi laki-laki. 

Menurut data saat ini, kata dia, di setiap 250 bayi laki yang lahir ada satu yang mengalami kelainan atau hipospadias atau empat orang setiap 1000 kelahiran bayi laki. 

Secara hipotetis, kata Andika, di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk 270 juta jiwa maka ada 1.080.000 anak laki-laki yang lahir dengan kelainan pada sistem reproduksinya.

Andika melanjutkan, ayah Manganang yang bernama Akip Manganang bekerja sebagai buruh perkebunan dan ibunya yang bernama Suryati kerjanya saat itu adalah asisten rumah tangga. 

Ayah Manganang, kata Andika, hanya lulus SD, dan ibu Manganan tidak menyelesaikan SD. 

Pada saat melahirkan, kata Andika, ibu Manganang dibantu paramedis di rumahnya.

Kemudian Manganang lahir dengan kelainan sistem reproduksi yang masuk ke dalam kategori kasus serius.

"Inilah yang kemungkinan membuat paramedis atau orang tua melihat hanya secara fisik bahwa anak ini perempuan," kata Andika di Mabesar Jakarta pada Selasa (9/3/2021).

Kondisi tersebut, lanjut Andika, terus berlangsung sampai pada tahun 2016 ketika Angkatan Darat melihat prestasinya di olahraga. 

TNI AD saat itu, kata Andika, memutuskan merekrut Aprilia dalam program rekrutmen khusus Bintara yang berprestasi.

Kemudian, lanjutnya, dalam perkembangannya, pimpinan TNI AD melihat dan mengamati Manganang.

Kemudian TNI AD melakukan pemeriksaan pada tanggal 3 Februari lalu 2021. 

Namun dari hasil pemeriksaan di Manado, dengan keterbatasan rumah sakit di RS AD Wolter Monginsidi akhirnya Andika memutuskan untuk memanggil Sersan Manganang ke Jakarta. 

Andika kemudian beekonsultasi dan menawarkan Manganang bantuan.

"Akhirnya Sersan Manganang rupanya menyambut dengan sangat excited (antusias). Rupanya Inilah yang ditunggu-tunggu. Sehingga saya hadirkan Tim dari RSPAD lengkap, kemudian kita lakukan pemeriksaan secara lengkap dengan menggunakan seluruh fasilitas kesehatan yang kami punya," kata Andika.

Dari hasil pemeriksaan itu, kata dia, ternyata dilihat dari urologi Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki dan bahkan tidak ada organ internal jenis kelamin wanita. 

Kemudian, lanjut Andika, berdasarkan pemeriksaan hormonalnya hormon testosteron Manganang juga lebih memiliki hormonal yang masuk kategori normal laki-laki. 

Begitup dengan pemeriksaan radiologi MRI, kata Andika, juga menyatakan hal yang sama.

Andika mengatakan pihaknya kemudian menyampaikan hasil pemeriksaan lengkap ini ke Sersan Manganang, dan menanyakan apa yang bisa dilakukan kepadanya.

Ia mengatakan jajarannya kemudian menyampaikan diperlukan bedah korektif atau corrective surgery sebanyak dua kali berdasarkan persetujuan dan keinginan Manganang. 

"Jadi saat ini Sersan Manganang yang di tengah dia masih salam proses recovery, operasi sudah selesai dan sesuai rencana, proses recovery nya juga bagus, tetapi masih belum bisa keluar dari rumah sakit," kata Andika.

Selanjutnya, kata Andika, jika Manganang sudah pulih dari operasi kedua maka ia akan masuk ke kembali ke jajaran TNI AD menjadi Bintara di komunitas ajudan jenderal. 

"Dengan kondisi ini maka saya dengan staf akan melakukan evaluasi untuk memberikan tugas yang lebih pas. Kemungkinan besar kita akan tempatkan pilihannya di Perbekalan dan Angkutan, atau bahkan di Kesehatan tergantung passion-nya Manganang ini lebih besar di mana," kata Andika.

Andika menegaskan, jajarannya telah menyiapkan seluruh dokumen untuk membantu Sersan Manganang memenuhi semua syarat yang ada dalam UU 23/2006 tentang administrasi kependudukan.

Ia menegaskan pihaknya akan mengikuti prosedur.

"Dan berharap Pengadilan Negeri Tondano akan memberikan dan menetapkan perubahan nama, dari nama sebelumnya kepada nama yang nanti akan dipilih oleh Sersan Manganang dan orang tuanya. Kemudian juga perubahan status jenis kelamin sesuai pasal 56 dari UU 23 itu," kata Andika.

Andika berharap setelah ini Manganang bisa menjadi seseorang yang diharapakan Manganang.

"Dengan harapan setelah ini Sersan Manganang bisa menjadi seseorang yang memang ditakdirkan untuknya," kata Andika.

(TribunJabar.id/Tribunnews)



Aprilia Manganang TNI AD Laki - Laki Atlet Voli hipospadia Voli Putri


Loading...