Advertisement

Nama Ridwan Kamil Disebut Golkar dan Demokrat, Pengamat: Magnet Politik Kang Emil Kuat

Nama Ridwan Kamil Disebut Golkar dan Demokrat, Pengamat: Magnet Politik Kang Emil Kuat
Voi.id
Editor: Malda Berita Viral —Rabu, 3 Maret 2021 13:52 WIB

Terasjabar.id - Nama Ridwan Kamil disebut-sebut berpotensi menempati jabatan tinggi di partai politik, sejak beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat itu digadang-gadang bakal memimpin DPD Partai Golkar Jabar. Bahkan, belakangan santer dikabarkan menjadi salah satu kandidat pemimpin Partai Demokrat.

Namun tampaknya, Ridwan Kamil belum menunjukkan ketertarikannya bergabung dengan partai politik. Alasannya ingin fokus menyelesaikan amanat yang diberikan masyarakat sebagai Gubernur Jabar.

Menanggapi hal tersebut, pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran, Firman Manan, mengatakan, fenomena tersebut tidak lepas dari sistem yang selama ini diterapkan partai politik, baik di tingkat daerah maupun nasional yang menjadikan elektabilitas sebagai salah satu ukuran rekruitmen.

"Apalagi, berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei kredibel, selama ini Kang Emil selalu masuk jajaran lima besar," kata Firman melalui ponsel, Rabu (3/3/2021).

Alasan lainnya, kata Firman, Ridwan Kamil hingga saat ini belum menduduki jabatan apapun dalam partai politik. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, wajar bila partai politik memburu Ridwan Kamil. Apalagi, kata Firman, parpol pun kini tengah memasang kuda-kuda untuk menghadapi ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Jadi saya kira wajar, magnet politik Kang Emil memang kuat. Selain punya elektabilitas, dia pun belum berparpol. Tentunya ini menjadi daya tarik bagi parpol. Apalagi momentum Pilpres 2024 adalah momentum regenerasi pemimpin muda berkinerja baik, dan saya kira Kang Emil masuk dalam kriteria itu," kata Firman.

Meski begitu, Firman mengaku sepakat dengan keputusan Ridwan Kamil yang masih ingin berfokus menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur Jabar. Terlebih, kata Firman, tugas yang diemban Ridwan Kamil di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini cukup berat.

"Saya sepakat kalau dia masih harus fokus bekerja sebagai Gubernur karena mengelola Jabar dalam situasi pandemi ini berat. Saya khawatir, kalau masuk ranah politik, konsentrasinya pecah," kata Firman.

Firman pun mengingatkan Ridwan Kamil untuk berhati-hati mengambil langkah, agar terhindar dari sentimen negatif.

"Jika terburu-buru menerima tawaran parpol, Kang Emil justru bakal memicu sentimen negatif dan itu harus dihindari, hati-hati," ujar Firman.

Dengan tetap fokus menjalankan tugas sebagai Gubernur Jabar, lanjut Firman, Ridwan Kamil dapat menunjukkan kinerjanya yang selama ini telah dinilai baik. Dengan kinerjanya yang baik sebagai Gubernur, daya tariknya di mata parpol pun otomatis akan meningkat.

"Jadi, enggak perlu khawatir. Dengan menunjukkan kinerja yang baik justru daya tarik Kang Emil di mata parpol bakal makin kuat," katanya.

Firman menekankan bahwa hal itu bukan berarti Ridwan Kamil tak perlu membangun komunikasi politik dengan parpol. Menurutnya, komunikasi politik antara Ridwan Kamil dan parpol harus terus dibangun dengan catatan tidak terlalu berlebihan.

"Komunikasi politik itu penting dan jangan dilupakan. Komunikasi politik perlu terus dibangun, asalkan tidak offside. Pada akhirnya nanti, jika benar Kang Emil serius maju di pilpres, saya kira harus (bergabung dengan parpol) karena aturan tidak bisa diubah, tapi tidak dalam waktu dekat," katanya.(Tribunjabar.id)




Ridwan Kamil Viral Demokrat


Loading...