Advertisement

UMKM di Sulut Akan Jadi Penyedia Kebutuhan Hotel

UMKM di Sulut Akan Jadi Penyedia Kebutuhan Hotel
(Subhan/Sindonews.com : Google)
Editor: Epenz Hot News —Jumat, 26 Februari 2021 09:13 WIB

Terasjabar.id - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Utara (Sulut) akan menjadi penyedia kebutuhan bagi hotel. Selain itu, sebagai dukungan dalam mempromosikan produk UMKM, hotel secara periodik menyediakan ruang pamer di area yang strategis.

Kerja sama tersebut diwujudkan dalam bentuk Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Perdagangan dengan grup perhotelan Accor PT AAPC Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero), dan Pemprov Sulut dengan disaksikan secara langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga di Manado.

Penandatanganan PKS dilakukan Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Ida Rustini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Edwin Kindangen, Pemimpin Wilayah 11 Manado PT BNI Koko Prawira Butar Butar serta Senior Vice President PT AAPC Indonesia Adi Satria.

“Kegiatan ini menunjukkan, Kemendag bersinergi dengan Pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam memberikan keberpihakan kepada UMKM. Hal ini karena UMKM merupakan landasan dari perekonomian Indonesia dan sebagai penggerak sektor perdagangan,” tutur Wamendag Jerry Sambuaga, Jumat (26/2/2021).

Sebelumnya, kerja sama telah dilakukan di enam provinsi yaitu Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat. Untuk 2021 kerja sama dimulai dari Sulawesi Utara. Kemendag, lanjut Ida, akan membentuk tim untuk mengevaluasi pelaksanaan perjanjian kerja sama setiap empat bulan sekali.

Berdasarkan pelaksanaan enam kerja sama yang dilakukan sebelumnya, nilai kontrak hotel dengan UMKM mencapai Rp492,803 juta perbulan dengan jumlah seluruh kontrak selama satu tahun mencapai Rp5,9 miliar. Sementara penyaluran kredit BNI kepada UMKM senilai Rp3,37 miliar.

“Hal ini merupakan langkah nyata dalam upaya memberikan kepastian untuk memproduksi dan memasarkan produk UMKM secara berkelanjutan. Diharapkan kebutuhan hotel atas produk UMKM ke depan dapat terus ditingkatkan,” kata Ida.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Edwin Kindangen menambahkan, Pemerintah Sulut menjadikan pengembangan UMKM sebagai program prioritas.

“Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan UMKM. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menggairahkan UMKM Sulawesi Utara,” kata Edwin.

FOLLOW JUGA :


Sementara itu, CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons di lokasi terpisah menyampaikan rasa hormatnya karena dapat terus mendukung Pemerintah Indonesia dan para pelaku UMKM selama masa pandemi.

“Kami siap untuk mempromosikan dan memanfaatkan produk UMKM yang telah dikurasi di Sulawesi Utara serta provinsi-provinsi lain sebelumnya,” ungkapnya.

Pada acara ini Accor telah memanfaatkan alat pemindai GeNose C19, inovasi buatan Indonesia sebagai kelanjutan komitmen demi mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia.

“Kami berharap Inovasi ini dapat bersinergi dengan ALLSAFE, protokol kebersihan dan higienitas dari Accor global yang dijalankan sesuai dengan peraturan pemerintah setempat serta selaras dengan pedoman protokol kesehatan pemerintah Indonesia untuk aspek Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE),”
terang Garth.

Kepala Jaringan dan Jasa PT BNI Wilayah 11 Manado Ferry Sinaga menjelaskan, di era digital BNI berperan dalam pengembangan digitalisasi pembayaran, konsultan usaha dan penyaluran pembiayaan UMKM, serta pengembangan bisnis rintisan melalui Agen 46.

BNI telah mendukung digitalisasi pembayaran ritel melalui EDC merchant, QR Code Payment, serta e–Retribusi di pasar rakyat. Digitalisasi pembayaran ini turut mendukung protokol Covid-19 yang mengurangi kontak fisik antara pembeli dan penjual.

“Sebagai dukungan BNI terhadap program pengembangan UMKM di Sulawesi Utara, pada kegiatan ini telah diserahkan KUR Ritel Sektor UMKM BNI kepada dua pelaku UMKM masing-masing sebesar Rp500 juta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program BUMN bangkitkan UMKM, yang menitikberatkan pada pengembangan sektor UMKM di Sulawesi Utara,” pungkas Ferry.

Disadur dari Sindonews.com 

UMKM Pandemi Covid-19 Sulut Prokes. {LS


Loading...