Advertisement

Dokter Abdul Muthalib Akui Gemetaran saat Menyuntik Jokowi, 'Menyuntik Orang Pertama di Indonesia Tentunya Ada Rasa Gugup'

Dokter Abdul Muthalib Akui Gemetaran saat Menyuntik Jokowi, 'Menyuntik Orang Pertama di Indonesia Tentunya Ada Rasa Gugup'
(kabar24 - Bisnis.com : Google)
Editor: Epenz Hot News —Kamis, 14 Januari 2021 08:10 WIB

Terasjabar.id - DUA tangan Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Prof dr Abdul Muthalib Sp.pPD-KHOM, gemetar saat hendak menyuntikkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke lengan kiri Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1).

Dokter kelahiran 7 Januari 1945 itu mengaku gugup.

"Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa (gugup, red) juga," ujarnya usai menyintikan vaksin Covid-19 kepada Presiden Jokowi.

Kendati sempat gemetar, vaksinasi berlangsung lancar.

"Itu tidak jadi halangan buat saya untuk menyuntikkannya. Pertamanya saja agak gemetaran," ujarnya.

"Bapak (Presiden Jokowi) tidak terasa sakit sedikit pun. Alhamdulillah saya berhasil menyuntik presiden tanpa rasa sakit," ujarnya.

Proses vaksinasi kepada Jokowi berlangsung sekitar dua menit.

FOLLOW JUGA :

Sebelum vaksinasi kepada Jokowi dilakukan, Istana Merdeka telah disulap menyerupai tempat simulasi vaksinasi di puskesmas.

Tepat pukul 09.36 Jokowi berjalan menuju teras Istana Merdeka. ia menerima suntikan vaksin pada pukul 09.42.

Vaksinasi dilakukan setelah Presiden melakukan pendaftaran dan verifikasi data serta penapisan kesehatan.

Penapisan kesehatan yang dilakukan kepada Jokowi antara lain pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah.

Hasil penapisan kesehatan menunjukkan suhu tubuh Presiden saat diperiksa adalah 36,3 derajat celcius dan tekanan darah 130/67 mmHg.

Sebelum Presiden menerima vaksin, petugas turut memastikan bahwa Presiden tidak pernah terkonfirmasi positif Covid-19, tidak sedang batuk dan pilek, serta tidak memiliki riwayat penyakit jantung atau ginjal.

Usai penyuntikan, Jokowi mengikuti proses observasi kemungkinan kejadian ikutan pascaimunasisi (KIPI) di Ruang Oval Istana Merdeka selama sekitar 30 menit.

Mantan Walikota Solo itu kemudian berkegiatan seperti biasa. Salah satunya berbincang dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.



Disadur dari Tribunjabar.id

Prof dr Abdul Muthalib Sp.pPD-KHOM Pandemi Covid-19 Program Vaksinasi Presiden Jokowi


Related Post



Loading...