Advertisement

Musuh-musuh Utama Siap Menerkam Liverpool

Musuh-musuh Utama Siap Menerkam Liverpool
CNN Indonesia
Editor: Malda Sport Style —Rabu, 29 Juli 2020 09:00 WIB

Terasjabar.id -- 

Liverpool pantang kehilangan gairah di musim depan jika ingin mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Di musim 2020/2021 The Reds bakal dapat persaingan sengit dari duo Manchester dan Chelsea.

Persiapan Premier League 2020/2021 mulai terlihat ketika kompetisi ini restart usai pandemi virus corona pada Juni lalu.

Manchester United dan Chelsea menjadi tim yang cukup siap menjadi penantang Liverpool pada musim depan, selain Man City. Meskipun kedua tim tersebut masih memiliki sejumlah kelemahan dan butuh segera perbaikan.


Ketiga tim di atas memiliki kelebihan serta persoalan yang nyaris serupa dan perlu diperbaiki untuk bisa menyaingi The Reds. Meski begitu, Liverpool tidak akan memiliki nasib yang sama dengan musim lalu pada musim depan.

Di Liga Inggris, MU menutup musim 2019/2020 dengan catatan tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan beruntun, dengan 9 di antaranya meraih kemenangan. Termasuk dengan tidak kalah dalam 9 laga setelah restart (6 menang, 3 imbang).

Racikan Ole Gunnar Solskjaer mulai diterima dan bisa diterapkan dengan baik oleh Nemanja Matic dan kawan-kawan.

Kehadiran Bruno Fernandes dan kembalinya Paul Pogba dari cedera memberikan angin segar untuk Setan Merah. Ketika Fernandes bermain, MU tidak pernah kalah dalam 14 pertandingan. Gelandang asal Portugal itu berkontribusi dalam 15 gol MU, 8 gol dan 7 assist.

Selain Fernandes, lini serang MU juga tampil brilian di tengah wabah Covid-19. Trio Mason Greenwood, Anthony Martial, dan Marcus Rashford memiliki performa menjanjikan untuk musim depan.

Manchester United's Bruno Fernandes celebrates with teammates after scoring his side's opening goal from the penalty spot during the English Premier League soccer match between Leicester City and Manchester United at the King Power Stadium, in Leicester, England, Sunday, July 26, 2020. (Oli Scarff/Pool via AP)MU punya kualitas untuk menyaingi Liverpool di musim depan. (AP/Oli Scarff)

Kombinasi apik lini tengah dan depan itu juga yang mengantar The Reds Devils menempati peringkat ketiga klasemen akhir Liga Inggris, sekaligus mengunci satu tempat di Liga Champions musim depan.

Performa lini serang MU bisa makin mengerikan apabila klub yang bermarkas di Old Trafford itu mendatangkan Jadon Sancho dari Borussia Dortmund atau gelandang Jack Grealish dari Aston Villa.

Grealish dan Sancho bisa memberikan variasi lain dalam serangan MU di musim depan, ketika salah satu dari Greenwood, Rashford, atau Martial macet serta Fernandes atau Pogba kehilangan kreativitas.

Meski demikian, penampilan bagus dua lini tersebut bisa sia-sia jika MU tidak membeli satu pemain lain di lini belakang. MU bisa saja tidak perlu membeli satu bek tengah lagi, asalkan Harry Maguire, Victor Lindelof, dan Eric Bailly memperbaiki kinerja mereka di musim depan.



Di sepanjang musim ini MU masih bermasalah dengan kesalahan dari pemain belakang mereka, ditambah dengan kiper David de Gea yang beberapa kali membuat blunder.

MU masih memiliki satu pilihan untuk menambal eror De Gea di bawah mistar; yaitu memberikan kesempatan kepada Sergio Romero serta mengembalikan Dean Henderson yang tampil bagus bersama Sheffield United.

Masalah MU nyaris serupa dengan Chelsea yang finis di peringkat keempat. Lini belakang dan kiper rapuh, namun kuat di sektor tengah serta depan.

Frank Lampard sukses mengombinasikan pemain muda seperti Christian Pulisic, Mason Mount, hingga Tammy Abraham dengan pemain-pemain senior macam Willian dan Olivier Giroud.


Chelsea's head coach Frank Lampard gestures to his players during the English Premier League soccer match between Chelsea and Norwich City at Stamford Bridge in London, England, Tuesday, July 14, 2020. (AP Photo/Julian Finney,Pool)Chelsea butuh tambahan pemain di lini belakang. (AP/Julian Finney)

Hanya saja, lini belakang kehilangan kualitas. The Blues butuh pemain belakang macam John Terry dengan rekan duetnya Garry Cahill untuk bisa bersaing di tangga juara.

Krisis Chelsea makin terlihat ketika Kepa Arrizabalaga yang menjadi salah satu kiper termahal tidak optimal. Kepa 5 kali kehilangan posisi starter di Liga Inggris musim ini.

Chelsea layak ditempatkan sebagai salah satu pesaing Liverpool dengan melihat geliat mereka di bursa transfer kali ini. Untuk musim 2020/2021, klub asal London tersebut sudah mendatangkan dua bintang, Hakim Ziyech dari Ajax Amsterdam dan Timo Werner dari RB Leipzig.

Melihat dua aktivitas itu, Lampard tampaknya akan fokus sektor serangan Chelsea di musim depan. Pasalnya, Chelsea juga disebut masih berniat mendatangkan pemain serbabisa, Kai Havertz dari Bayer Leverkusen.


Sementara itu, nama Man City tidak bisa diabaikan dari bursa juara Liga Inggris musim depan. Meski terpuruk di musim ini dan gagal mempertahankan gelar juara, tetapi The Citizens merupakan tim yang memiliki fondasi baik dan hanya perlu penambalan di lini belakang.

Kehilangan Vincent Kompany berdampak besar bagi kualitas lini belakang Manchester Biru. Aymeric Laporte tidak lagi memiliki duet yang sepadan, lantaran Nicholas Otamendi dan John Stones kerap berbuat kesalahan. Ditambah lagi Laporter sendiri kerap cedera.

Pelatih Pep Guardiola perlu fokus pada sektor pertahanan ini, ditambah sedikit evaluasi di lini tengah setelah kepergian David Silva.

Sejauh ini hanya Man City, MU, dan Chelsea yang bisa jadi 'pengganggu' bagi Liverpool untuk mempertahankan gelar juara Liga Inggris di musim depan melihat rekam jejak di musim lalu. Ketiganya cukup menjanjikan untuk membuat Liverpool tidak nyaman sejak awal musim 2020/2021.


Manchester City's Raheem Sterling, centre, celebrates with teammates after scoring his side's second goal during the English Premier League soccer match between Watford and Manchester City at the Vicarage Road Stadium in Watford, England, Tuesday, July 21, 2020. (Adrian Dennis/Pool via AP)Man City bakal bangkit di musim depan. (AP/Adrian Dennis)

Akan tetapi, Liverpool sendiri juga perlu konsisten dengan penampilan mereka sejak awal musim pada 2020/2021 nanti.

Di musim 2019/2020 tim asuhan Jurgen Klopp itu sudah membuktikan performa mereka di Liga Inggris. Saat mereka stabil sejak awal musim, ketika itu juga Jordan Henderson dan kawan-kawan layak menjadi juara.

Akan tetapi, ketika Premier League berhenti akibat pandemi virus corona dan restart, Liverpool seperti kehilangan gairah.



Rapor hanya satu kali imbang dan sekali kalah sebelum jeda bertambah dengan dua kali imbang dan dua kekalahan setelah restart. Sejumlah kesalahan murni dibuat lini belakang, termasuk Virgil van Dijk, dan kiper Alisson Becker.

Bahkan, gelar juara yang diterima Liverpool di musim ini tampak seperti sebagai pemberian dari Man City. Setelah mengalahkan Crystal Palace 4-0, Liverpool dinyatakan juara lantaran Man City kalah 1-2 dari Chelsea di pekan ke-31.

Jika Man City menang atas Chelsea, maka Liverpool harus menunggu lebih lama untuk juara karena ditahan imbang Everton 0-0 di pekan ke-30.

Setelah resmi jadi juara, penampilan Andy Robertson dan kawan-kawan malah makin bobrok dengan menelan dua kekalahan dan sekali imbang.

Hasrat melewati rekor 100 poin Man City pada musim 2017/2018 pun urung terjadi. Pasalnya, pada akhir musim torehan poin Liverpool hanya mentok di angka 99.

Karena itu, gairah yang besar dan performa yang konsisten dibutuhkan Liverpool untuk kembali juara Liga Inggris musim 2020/2021.

Jika sejak awal musim The Reds sudah angin-anginan, trofi Liga Inggris itu hanya akan mampir satu musim di lemari piala mereka dan jatuh ke tangan salah satu dari Man City, MU, atau Chelsea.(CNNIndonesia)

Liverpool Musuh Chelsea Man City Man United


Related Post



Loading...