TERASJABAR.ID – Efek samping pilates dapat muncul apabila latihan dilakukan tanpa teknik yang tepat atau tanpa pendampingan instruktur berpengalaman.
Dengan memahami potensi efek samping sejak awal, Anda bisa menjalani pilates secara lebih aman dan mendapatkan manfaatnya secara optimal.
Pilates merupakan olahraga yang berfokus pada penguatan otot inti, keseimbangan, serta kelenturan tubuh melalui gerakan yang terkontrol.
Latihan ini dikenal relatif aman dan ramah bagi sendi, sehingga cocok untuk berbagai usia.
Meski demikian, seperti aktivitas fisik lainnya, pilates tetap memiliki risiko jika dilakukan secara berlebihan atau tidak disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Beberapa efek samping pilates yang mungkin terjadi antara lain cedera otot dan sendi akibat gerakan yang terlalu cepat, kurang pemanasan, atau teknik yang keliru.
Nyeri pada punggung dan leher juga bisa muncul jika postur tubuh tidak sejajar atau posisi kepala salah saat latihan.
Pada penderita osteoporosis, pilates yang tidak dimodifikasi berisiko meningkatkan tekanan pada tulang yang rapuh sehingga dapat memicu retak atau patah tulang.
Peregangan berlebihan juga dapat menyebabkan cedera ligamen atau sendi, terutama pada individu dengan riwayat gangguan persendian.
Selain itu, sebagian orang dapat merasakan pusing atau tidak nyaman akibat teknik pernapasan yang belum terbiasa.
Dalam kasus yang sangat jarang, latihan yang terlalu berat tanpa istirahat cukup dapat memicu kerusakan otot.
Untuk mengurangi risiko, lakukan pilates dengan instruktur bersertifikat, awali dengan pemanasan, fokus pada teknik dan pernapasan, serta hindari memaksakan diri.
Jika memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar latihan tetap aman dan sesuai kebutuhan tubuh.-***

















