terasjabar.id
Senin, 25 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 25 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pemkot Bandung Kejar Target Pengolahan 500 Ton Sampah per Hari

Tiah SM by Tiah SM
23 Feb 2026 17:06
in Berita Utama, News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemkot Bandung Kejar Target Pengolahan 500 Ton Sampah per Hari

Produksi sampah di Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari

TERASJABAR.ID – Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Bandung. Sejak adanya pembatasan kiriman sampah ke TPA Sari Mukti yang kini hanya diperbolehkan sebanyak 981 ton per hari, Kota Bandung dituntut mengolah sisa timbulan sampah secara mandiri di dalam kota.

Saat ini, produksi sampah di Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Artinya, terdapat kurang lebih 500 ton sampah yang harus diselesaikan di tingkat kota. Sementara kapasitas pengolahan yang tersedia baru mencapai 300 ton per hari, sehingga masih ada sekitar 200 ton yang berpotensi menumpuk apabila tidak segera ditangani secara sistematis.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan tunggal. Keragaman jenis sampah, khususnya sampah organik seperti sisa makanan dan sisa masakan, menuntut penerapan berbagai teknologi yang adaptif.
“Tidak mungkin hanya satu teknologi menyelesaikan seluruh persoalan sampah. Karena itu, kami memanfaatkan beragam pendekatan, terutama untuk sampah organik yang volumenya sangat besar,” ujarnya.

Menurut Farhan, strategi pertama yang ditempuh adalah penguatan kelembagaan dan regulasi, mulai dari payung hukum tingkat undang-undang hingga peraturan wali kota sebagai dasar pengelolaan sampah terpadu.
Langkah berikutnya adalah pembenahan infrastruktur dasar, seperti optimalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS), armada pengangkut, akses jalan, hingga penguatan sumber daya manusia pengelola sampah.

Salah satu contoh pengelolaan berbasis masyarakat dapat dilihat di TPS 3R4 Rakomala yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Fasilitasnya dibangun pemerintah, sementara operasional sehari-hari dilakukan warga setempat. Model ini dinilai efektif karena menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.

ADVERTISEMENT

Namun hingga kini, baru sekitar 30 persen atau sekitar 500 RW di Kota Bandung yang memiliki sistem pengolahan sampah mandiri.
“Dari jumlah tersebut, total pengolahan masih kurang dari 40 ton per hari—jauh dari kebutuhan 500 ton yang harus ditangani di dalam kota,” ujarnya.

Untuk mempercepat pengelolaan di tingkat akar rumput, Pemkot meluncurkan program “Gaslah” (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Program ini menempatkan satu petugas di setiap RW yang bertugas mengedukasi serta memastikan warga memilah sampah dari sumbernya.

Petugas akan mendatangi rumah-rumah dan mengingatkan pentingnya pemilahan sampah. Ke depan, program ini direncanakan diperluas hingga level RT agar menjangkau lebih banyak rumah tangga.

RELATED POSTS

Sukajadi dan Cicadas Sudah Bersih, Pemkot Bandung Perluas Penertiban PKL

Satu RW Satu Bank Sampah, Pemkab Bekasi Targetkan Pembentukan 200 Bank Sampah di 2026

25 Operator Desak Pemkot Bandung Evaluasi Tarif Ducting

Sampah Menumpuk dan Menggunung, Warga Cileunyi pun Ancam Stop Bayar Retribusi

Pemkab Bekasi Gandeng PT Asiana, Siap Olah Sampah TPA Burangkeng 1000 Ton Perhari

Selain itu, Pemkot terus memperkuat gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan), mengembangkan kawasan bebas sampah, serta mengintegrasikan pengolahan sampah dengan urban farming melalui program Buruan Sae dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Konsep ini membentuk rantai ekonomi sirkular: sampah organik diolah menjadi kompos, dimanfaatkan untuk urban farming, hasil panen mendukung dapur sehat, dan sisa dapur kembali dikelola di fasilitas pengolahan berbasis masyarakat.
“Ini strategi utama kami tahun ini. Sampah harus selesai dari hulunya,” kata Farhan.

Inovasi teknologi juga mulai diterapkan, salah satunya penggunaan bioaktivator di TPS 3R4 Rakomala. Bioaktivator merupakan cairan hasil fermentasi mikroorganisme pengurai yang mampu mempercepat proses dekomposisi sampah organik menjadi kompos.

Selain mempercepat pengomposan, teknologi ini efektif mengurangi bau tidak sedap dan menekan populasi lalat di sekitar TPS.
“Kalau ada bau, langsung disemprot dan baunya hilang. Lalat pun berkurang. Ini masih tahap percobaan, mudah-mudahan ke depan hasilnya lebih baik,” jelasnya.

Keunggulan bioaktivator adalah kemudahannya untuk diproduksi secara mandiri oleh warga tanpa proses manufaktur rumit. Dengan demikian, masyarakat didorong belajar mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Pemkot Bandung menargetkan seluruh 500 ton sampah yang harus dikelola di dalam kota dapat tertangani sepenuhnya paling lambat akhir semester pertama tahun ini.

Meski penegakan hukum tetap akan diterapkan—terutama terhadap pelaku pembuangan sampah lintas wilayah dan pengelola kawasan yang tidak menerapkan zero waste management—pendekatan utama tetap berbasis partisipasi warga.

“Karena sampah yang ada di Kota Bandung berasal dari kita sendiri, maka kita yang harus bertanggung jawab,” pungkas Farhan.

Tags: Pemkot BandungPengelolaansampah
ShareTweetSend

Related Posts

Sukajadi dan Cicadas Sudah Bersih, Pemkot Bandung Perluas Penertiban PKL
Berita Utama

Sukajadi dan Cicadas Sudah Bersih, Pemkot Bandung Perluas Penertiban PKL

22 Mei 2026 13:45
Satu RW Satu Bank Sampah, Pemkab Bekasi Targetkan Pembentukan 200 Bank Sampah di 2026
Daerah

Satu RW Satu Bank Sampah, Pemkab Bekasi Targetkan Pembentukan 200 Bank Sampah di 2026

21 Mei 2026 23:12
25 Operator Desak Pemkot Bandung Evaluasi Tarif Ducting
News

25 Operator Desak Pemkot Bandung Evaluasi Tarif Ducting

19 Mei 2026 18:31
Sampah Menumpuk dan Menggunung, Warga Cileunyi pun Ancam Stop Bayar Retribusi
Bandung Raya

Sampah Menumpuk dan Menggunung, Warga Cileunyi pun Ancam Stop Bayar Retribusi

14 Mei 2026 20:16
Pemkab Bekasi Gandeng PT Asiana, Siap Olah Sampah TPA Burangkeng 1000 Ton Perhari
Daerah

Pemkab Bekasi Gandeng PT Asiana, Siap Olah Sampah TPA Burangkeng 1000 Ton Perhari

14 Mei 2026 13:22
Pengamat Lingkungan: Pemprov Jabar Tidak Serius  Tangani Sampah, Menteri LH Jumhur Hidayat Harus Turun-tangan
Berita Utama

Pengamat Lingkungan: Pemprov Jabar Tidak Serius  Tangani Sampah, Menteri LH Jumhur Hidayat Harus Turun-tangan

14 Mei 2026 11:50
Next Post
Mendampingi KDM, Polda Jabar Jabar Jemput 12 Pekerja Hiburan ke Sikka NTT

Mendampingi KDM, Polda Jabar Jabar Jemput 12 Pekerja Hiburan ke Sikka NTT

Kasus Ujaran Kebencian, Youtuber Resbob Jalani Sidang Perdana di PN Bandung, Ini Ancaman Hukumannya

Kasus Ujaran Kebencian, Youtuber Resbob Jalani Sidang Perdana di PN Bandung, Ini Ancaman Hukumannya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi

21 Mei 2026 16:13
Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

28 Apr 2026 15:29
Gaji 4 Juta! PT Moiz Bandung Adakan Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! PT Moiz Bandung Adakan Loker Buat Lulusan SMA SMK

22 Mei 2026 15:30
Buat Lulusan SMA SMK! PT Cahaya Benteng Mas Bandung Buka Loker 2 Posisi

Buat Lulusan SMA SMK! PT Cahaya Benteng Mas Bandung Buka Loker 2 Posisi

19 Mei 2026 15:26
Ricuh Jelang Derby della Mole, Ultras Juventus dan Torino Bentrok di Luar Stadion

Ricuh Jelang Derby della Mole, Ultras Juventus dan Torino Bentrok di Luar Stadion

0
Mendiktisaintek Dorong Kualitas Riset Kampus, Dukung Pembangunan Nasional

Mendiktisaintek Dorong Kualitas Riset Kampus, Dukung Pembangunan Nasional

0
Hadapi Tantangan Global, Mendiktisaintek Tekankan Penguatan Riset Multidisiplin

Hadapi Tantangan Global, Mendiktisaintek Tekankan Penguatan Riset Multidisiplin

0
Entaskan Kemiskinan, Mensos Tekankan Pentingnya Program Berbasis DTSEN

Entaskan Kemiskinan, Mensos Tekankan Pentingnya Program Berbasis DTSEN

0
Ricuh Jelang Derby della Mole, Ultras Juventus dan Torino Bentrok di Luar Stadion

Ricuh Jelang Derby della Mole, Ultras Juventus dan Torino Bentrok di Luar Stadion

25 Mei 2026 01:45
Mendiktisaintek Dorong Kualitas Riset Kampus, Dukung Pembangunan Nasional

Mendiktisaintek Dorong Kualitas Riset Kampus, Dukung Pembangunan Nasional

24 Mei 2026 23:49
Hadapi Tantangan Global, Mendiktisaintek Tekankan Penguatan Riset Multidisiplin

Hadapi Tantangan Global, Mendiktisaintek Tekankan Penguatan Riset Multidisiplin

24 Mei 2026 23:28
Entaskan Kemiskinan, Mensos Tekankan Pentingnya Program Berbasis DTSEN

Entaskan Kemiskinan, Mensos Tekankan Pentingnya Program Berbasis DTSEN

24 Mei 2026 23:04

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.