TERASJABAR.ID – Semangat puluhan regu Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa (PBBAB) harus diuji di luar lapangan. Beberapa peserta tampak berjatuhan seusai tampil di GOR Susi Susanti, Sabtu (16/5/2026).
Lomba yang diikuti sekolah-sekolah se-Kota Tasikmalaya memang berjalan meriah. Tapi suasana di dalam ruangan begitu panas, sumpek dan pengap, akibat ruangan tanpa AC dan kipas angin. Kondisi ini membuat sejumlah peserta tidak kuat berdiri lama.
“Ya lokasi perlombaan tanpa disediakan kipas angin membuat GOR sumpek dan ditambah lagi panas membuat peserta jatuh pingsan,” ujar orang tua salah satu siswi SMP Plus Al Ma’aruf, Nina (52)warga Kec. Tamansari.
Bagi orang tua itu, kejadian ini baru pertama kali ia alami. Anaknya tampil penuh semangat, tapi tubuhnya tidak kuat menahan panas dan lelah setelah baris berbaris. “Karena sebelumnya belum pernah kejadian seperti ini,” katanya.
Petugas yang berjaga langsung bergerak cepat. Mereka membantu mengevakuasi peserta yang pingsan ke luar ruangan. Walau panitia tidak menyediakan peralatan maksimal, beruntung, penanganan cepat membuat kondisi peserta berangsur membaik.
Insiden ini jadi catatan penting bagi panitia. Baris-berbaris memang menguji kekompakan, tapi juga menuntut kesiapan fisik dan fasilitas pendukung yang memadai. Ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara jelas bukan tempat ideal untuk lomba yang menguras tenaga anak-anak.
Panitia sendiri belum memberi keterangan resmi terkait minimnya fasilitas. Namun kejadian ini sudah cukup membuat orang tua khawatir. Mereka berharap ke depan, standar keselamatan dan kenyamanan peserta lebih diperhatikan.*









