Sementara itu, General Manager Divisi Pendidikan Rootcloud Technology Co., Ltd., Chen Lifeng menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada sistem kompetisi WorldSkills, platform industri 4.0, serta penerapan otomatisasi industri modern.
Peserta pelatihan luring juga mendapatkan pengalaman praktik langsung pada jalur produksi otomatis dan implementasi platform industri 4.0.
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi ini akan terus berkembang melalui berbagai program pelatihan lanjutan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
“Kami berharap program ini dapat mendukung persiapan talenta industri Indonesia menghadapi ASEAN WorldSkills 2027 di Jakarta dan WorldSkills 2028,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wulan menegaskan bahwa penguatan kolaborasi internasional dalam pendidikan vokasi akan semakin meningkatkan daya saing global tenaga kerja industri Indonesia.
Saat ini, Kemenperin juga tengah membuka pendaftaran calon siswa dan mahasiswa baru pada unit pendidikan vokasi industri yang terdiri dari 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pendaftaran dilakukan melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 melalui laman jarvis.kemenperin.go.id.***
Sumber: Siaran Pers Kemenperin

















