TERASJABAR.ID – Layanan kesehatan syariah perlu terus diperkuat, tidak hanya unggul secara medis dan teknologi, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat membuka 6th International Islamic Healthcare Conference and Expo yang diselenggarakan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) di Tangerang.
“Ketika seseorang sedang sakit, apa yang paling ia butuhkan selain obat dan tindakan medis? Jawabannya adalah rasa tenang, rasa dihormati, dan keyakinan bahwa ia dirawat sesuai dengan nilai-nilai yang ia yakini. Bagi masyarakat Indonesia, hal ini bukan sekadar kenyamanan tambahan, melainkan kebutuhan spiritual yang fundamental,” ujar Wamenkes.
Menurutnya, nilai-nilai spiritualitas merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam pelayanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mencerminkan identitas Indonesia sebagai bangsa religius.
Dengan populasi umat Muslim mencapai 87 persen, Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi utama layanan kesehatan halal bagi pasien domestik maupun internasional.
“Potensi ini menuntut kesiapan kita dalam menyediakan layanan kesehatan syariah secara holistik,” tandas Wamenkes.
Ia menjelaskan, rumah sakit syariah hadir bukan hanya untuk mengedepankan aspek medis dan teknologi, tetapi juga pelayanan yang holistik, humanis, dan berkeadilan sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.
Wamenkes juga mengapresiasi perkembangan rumah sakit syariah di Indonesia. Saat ini, sebanyak 24 rumah sakit telah meraih sertifikasi syariah dengan sebaran di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan.















