Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Hj. Saidah Sakwan, M.A. menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aspek aman syar’i dan aman regulasi dalam pengelolaan zakat nasional.
Ia menegaskan bahwa pimpinan BAZNAS di daerah memegang peranan strategis sebagai garda terdepan dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat di 514 kabupaten/kota.
Menurutnya, kepercayaan publik (trust) menjadi modal utama dalam pengelolaan zakat. Karena itu, proses seleksi pimpinan menjadi pintu masuk yang sangat krusial untuk memastikan hadirnya pemimpin yang berintegritas.
“Kalau pimpinannya tidak bisa dipercaya, maka publik tidak akan mau menitipkan zakatnya kepada BAZNAS. Maka trust adalah modal utama dalam pengelolaan zakat. Tanpa itu, fungsi redistribusi kesejahteraan tidak akan berjalan optimal,” tegas Saidah.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A. melaporkan bahwa rapat koordinasi teknis ini diikuti oleh 436 peserta dari 176 instansi daerah. Kegiatan ini juga melibatkan para kepala daerah serta jajaran Kementerian Agama untuk menyamakan persepsi terkait kriteria pimpinan BAZNAS yang kompeten.
Ia menegaskan bahwa pemilihan pimpinan BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bukan sekadar proses administratif, melainkan amanah besar dalam pengelolaan dana umat.
“Pengelolaan zakat di Indonesia bukan sekadar urusan administratif, melainkan instrumen syariah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat dan mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, serta Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota yang secara aktif mendukung proses seleksi calon pimpinan BAZNAS di daerah masing-masing.***
Sumber: Siaran Pers BAZNAS

















