TERASJABAR.ID – Bagi pemilik kendaraan, memahami jenis oli sangat penting untuk menjaga performa mesin tetap optimal.
Dua jenis oli yang sering membingungkan adalah oli gardan dan oli biasa (oli mesin).
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan tidak bisa digunakan secara sembarangan.
Berikut empat perbedaan utama oli gardan dan oli biasa yang wajib kamu pahami.
Baca Juga: TERBARU! Timezone Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK
Fungsi Utama yang Berbeda
Oli gardan berfungsi untuk melumasi elemen dalam sistem gardan atau diferensial, yang bertugas meneruskan tenaga dari mesin menuju roda.
Sementara itu, oli biasa berperan dalam melumasi bagian-bagian di dalam mesin seperti piston, silinder, dan katup agar mencegah gesekan yang berlebihan.
Tingkat Kekentalan (Viskositas)
Oli gardan umumnya memiliki viskositas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan oli mesin.
Hal ini disebabkan oleh komponen gardan yang beroperasi di bawah tekanan besar dan memerlukan pelumas yang lebih kental.
Di sisi lain, oli mesin dirancang untuk lebih encer sehingga dapat mengalir dengan cepat ke seluruh bagian mesin ketika kendaraan dihidupkan.
Kandungan dan Komposisi
Oli gardan mengandung aditif khusus yang mampu menahan tekanan ekstrem, sehingga sangat sesuai untuk sistem gear.
Sementara itu, oli mesin memiliki aditif yang lebih berfokus pada aspek pembersihan, pendinginan, serta perlindungan mesin dari kotoran dan kerak.
Baca Juga: Terbaru, Wingstop Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?
Lokasi dan Cara Penggunaan
Oli gardan diterapkan pada bagian gardan atau diferensial kendaraan, biasanya ditemukan pada mobil dengan penggerak roda belakang atau beberapa jenis motor.
Di sisi lain, oli mesin diaplikasikan langsung ke dalam mesin kendaraan.
Mempertukarkan penggunaannya dapat mengakibatkan kerusakan yang serius pada komponen kendaraan.***
















