PROFIL JUMHUR
Jumhur lahir di Bandung, 18 Februari 1968. Ia merupakan putra dari pasangan Mohammad Sobari Sumartadinata dan Ati Amiati. Sang ayah merupakan seorang pejabat di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).
Jumhur pada 2007 menikah dengan Finalis Puteri Indonesia 2001, Alia Febyani Prabandari. Dari pernikahan tersebut, Jumhur dan Alia dikarunia empat orang anak yang bernama Moqtav, Naeva, Ezga, dan Vaniaz.
Jumhur pernah bersekolah di SD Menteng Menteng Pulo Pagi Jakarta Selatan sebelum akhirnya pindah ke SD Menteng 02 Pagi Jakarta Pusat. Selanjutnya, Jamhur melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Jakarta Pusat dan pindah ke SMPN 1 Denpasar.
Kemudian, Jumhur melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Denpasar tetapi kemudian Jumhur pindah ke SMAN 3 Bandung. Di bangku perkuliahan, Jumhur menempuh di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Fisika. Jumhur keluar dari ITB dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Nasional Jakarta.
Jumhur pernah aktif di Center for Information and Development Studies (CIDES) pada awal 1993. Jumhur juga pernah mendirikan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo). Kedua yayasan tersebut bergerak di bidang pemberdayaan buruh/pekerja.
Bahkan, Jumhur pernah terlibat dalam beberapa organisasi buruh lain seperti Gabungan Persatuan Sopir Indonesia (Gapersi) dan Asosiasi Pedagang Grosir Keliling Indonesia.
Kiprahnya di dunia aktivis, Jumhur dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan TKI pada 2007.
Di dunia politik, Jumhur pernah menjadi relawan Jokowi sebagai Koordinator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) pada Pilpres 2014. Namun, dukungan Jumhur berbelok kepada Prabowo pada Pilpres 2019.***












