TERAS JABAR – Presiden Prabowo dinilai tepat memilih Jumhur Hidayat menjadi menteri lingkungan hidup/kepala Badan lingkungan hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Pendapat itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Pengusaha Jabar (Forkompenja) Agung Suryamal saat dihubungi media , usai Jumhur dilantik, Senin 27 April 2026.
Agung pun meyakini bahwa sahabat dekatnya itu akan mampu menjalankan amanah itu dengan baik. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Korwil 1 Banten, DKI dan Jabar ini menilai bahwa Jumhur memiliki integritas yang tak perlu diragukan, dia pun dekat dengan masyarakat khususnya kaum buruh.
Jumhur, lanjut Agung, memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan hidup. “Saya yakin betul terhadap kang Jumhur ini, karena usai dilantik pun dia langsung menyampaikan sejumlah prioritas garapanya salah satunya soal sampah yang menjadi problem besar di kota kota besar di negeri ini, ” katanya.
Para pengusaha Jawa Barat yang tergabung dalam Forkompenja bukan hanya mendukung tetapi siap membantu Jumhur agar program khususnya membenahi lingkungan hidup di Jabar bisa berhasil.
Agung menyinggung soal keberlanjutan pembangunan dan ekonomi di Jawa Barat, yang tidak mengorbankan masalah lingkungan karena Jawa Barat termasuk daerah rawan bannjir, longsor, kekeringan, dan amblesan tanah. Jadi kalau pembangunan & ekonomi dikebut tanpa memperhatikan lingkungan, bencana tinggal nunggu waktu.
KERJA SAMA
Menurut Agung, Forum komunikasi Pengusaha Jawa Barat rencana akan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Organisasl yang peduli terhadap lingkungan untuk melakukan “Audit Lingkungan Hidup di Jabar”.
” Hal ini akan kita lakukan untuk mendukung Kementrian Lingkungan Hidup, “ujarnya.
Dengan adanya audit lingkungan khususnya di Jawa Baratb, Agung berharap ke depan wilayah ini akan bersih dan hijau, bebas dari rawan bencana (banjir, dan tanah amblas dst).
Begitu pun masalah sampah di Bandung Raya yang sudah puluhan tahun sejak peristiwa Leuwigajah belum teratasi mudah2an akan segera beres termasuk soal pemilihan teknologi yang tepat guna.











