TERASJABAR.ID – Tarif ducting yaitu penurunan kabel udara kebawah tanah dinilai sangat memberatkan operator apalagi setiap tahun bakal ada kenaikan pemeliharaan .
Protes disampaikan 25 operator telekomunikasi yang tergabung dalam Koalisi Penyelenggara Infrastruktur Digital Bandung (KPIDB).
Juru Bicara KPIDB, Sony Setiadi minta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan agar meninjau kembali trarif yang diterapkan PT Bandung Infra Investama (BII).
Selain masalah tarif Sony juga menyesalkan penurunan kabel udara saat.ini dilakukan oleh BUMD yang dinilai belum berpengalaman sehingga dikhawatirkan pekerjaan tidak sesuai yang diharapkan.
“Kami menyampaikan aspirasi bersama terkait program migrasi kabel udara ke sistem ducting bawah tanah Selain biaya terlalu mahal juga kualitas pekerjaan kurang baik,” ujar Sony di Jalan Citarum, Selasa (19/05/2026).
Sony sangat mendukung penataan kota, namun cara penetapan tarif dan pekerjaan seharusnya didiskusikan bersama bukan ditetapkan sepihak.
“Kami sebagai operator telekomunikasi ingin duduk bersama dengan PT BII namun beberapa kali pertemuan tak pernah datang malah kami tetap harus membayar biaya ducting jika tidak dipatuhi maka kabel akan diputuskan, ujarnya.
“Kami belum berkenan melakukan penurunan kabel ke saluran IPT sampai dengan pembahasan permasalahan mengenai regulasi, komersial, teknikal, hingga aspek pemeliharaan (maintenance) dibahas secara tuntas bersama para pelaku industri jaringan,” tambah Sony.
Koalisi juga secara khusus menyoroti beban finansial yang tidak proporsional bagi operator skala UMKM. Struktur tarif flat sebesar Rp15.000 per meter dinilai tidak adaptif terhadap kondisi lapangan.
“Bagi operator lokal, beban biaya sewa ducting saja bisa mencapai Rp2,1 miliar untuk cakupan jaringan Tahap I—angka yang belum mencakup biaya teknis migrasi,” ujar Sony.
Jika tarif ini diterapkan tanpa melihat kepadatan pelanggan atau karakteristik wilayah, lanjut Sony, partisipasi operator UMKM dalam memperluas jangkauan layanan internet ke wilayah non-prioritas justru akan menjadi kurang optimal.
Sony mengatakan para operator berharap biaya ducting Rp 5 ribu sampai 7 ribu per meter sesuai tarif normal dan kemampuan.
















